Regulasi mengenai kratom bervariasi secara signifikan di berbagai negara, dengan beberapa negara seperti Thailand yang melegalkan penggunaannya untuk tujuan medis, sementara negara lain seperti Malaysia dan Latvia menerapkan larangan ketat. Perbedaan ini menciptakan tantangan bagi negara pengekspor, termasuk Indonesia, yang memiliki potensi ekonomi besar dari perdagangan kratom. Meskipun Indonesia telah mengeluarkan regulasi baru untuk meningkatkan kualitas produk, ketidakpastian hukum dan perbedaan standar di berbagai negara tetap menjadi hambatan, terutama dalam perdagangan e-commerce. Regulasi yang ada juga mencakup aspek legalitas, standar kualitas produk, dan perlindungan konsumen, yang memerlukan penyesuaian oleh pelaku usaha. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan harmonisasi regulasi di tingkat internasional yang dapat memberikan kepastian hukum dan mendorong pertumbuhan industri secara berkelanjutan. Kerja sama antara negara penghasil dan negara konsumen sangat penting untuk memastikan standar keamanan produk dan perlindungan konsumen yang memadai. Pendekatan berbasis bukti ilmiah yang mempertimbangkan aspek kesehatan masyarakat dan ekonomi harus menjadi landasan dalam pengembangan kerangka regulasi yang efektif untuk perdagangan kratom.
Copyrights © 2024