Sekolah merupakan tempat utama bagi pembentukan karakter siswa, namun menjadi salah satu lingkungan yang rentan terhadap munculnya kasus bullying. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya empati sebagai langkah preventif dalam mencegah terjadinya bullying di sekolah. Metode kegiatan menggunakan pendekatan psikoedukasi yang diikuti oleh 12 siswa SMPN 3 Sungguminasa berusia 13–14 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya empati dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti menolong teman, khususnya ketika bullying terjadi di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa menjadi lebih peka terhadap kondisi emosional orang lain dan lebih berani untuk bersikap aktif ketika menyaksikan peristiwa bullying. Dengan demikian, psikoedukasi melalui optimalisasi empati dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah perilaku bullying yang terjadi di lingkungan sekolah
Copyrights © 2025