Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Vol 2 No 1 (2024): APRIL

Peran Digitalisasi Dalam Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Keuangan Daerah (Studi Kasus Pada Kota Medan)

Balqis Zhofayra Alya (Universitas Negeri Medan)
Fauziah Hanum (Universitas Negeri Medan)
Nasirwan Nasirwan (Universitas Negeri Medan)
Samsurijal Hasan (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Dewi Urip Wahyuni (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2024

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan negara dan daerah, dengan studi kasus di Kota Medan. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam administrasi keuangan pemerintah, terutama melalui penerapan sistem e-budgeting, e-audit, dan e-procurement. Digitalisasi memungkinkan pencatatan yang lebih akurat, meningkatkan transparansi, serta mengurangi risiko penyimpangan anggaran. Meskipun demikian, implementasi digitalisasi menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital aparatur negara, serta risiko keamanan data. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Sekunder Kualitatif (QSA) untuk mengevaluasi kebijakan dan dampak digitalisasi terhadap pengelolaan keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi keuangan di Kota Medan telah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, tetapi masih memerlukan optimalisasi dalam hal infrastruktur teknologi dan penguatan regulasi. Oleh karena itu, strategi seperti peningkatan kapasitas SDM, penguatan sistem keamanan data, serta integrasi sistem keuangan pusat dan daerah sangat diperlukan untuk mendukung efektivitas digitalisasi dalam pengelolaan keuangan daerah. ABSTARCT This study analyzes the role of digitalization in enhancing the efficiency of state and regional financial management, with a case study in Medan City. The advancement of digital technology has significantly transformed government financial administration, particularly through the implementation of e-budgeting, e-audit, and e-procurement systems. Digitalization enables more accurate financial recording, increases transparency, and reduces the risk of budget deviations. However, its implementation faces several challenges, such as limited infrastructure, low digital literacy among government officials, and data security risks. This study employs a qualitative method with a Qualitative Secondary Analysis (QSA) approach to evaluate policies and the impact of digitalization on regional financial management. The findings indicate that digital financial implementation in Medan City has improved transparency and accountability but still requires optimization in technological infrastructure and regulatory strengthening. Therefore, strategies such as enhancing human resource capacity, strengthening data security systems, and integrating national and regional financial systems are essential to support the effectiveness of digitalization regional financial management. Keywords: Financial Digitalization, Budget Efficiency, Transparency, Accountability, Medan City

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

ijess

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JIEB) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Perkumpulan Konsultan Manajemen Pendidikan Indonesia (PKMPI) berkerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang. Jurnal ini mewadahi publikasi hasil penelitian, kajian konseptual, studi kasus, serta ...