Penelitian ini mengkaji ulang dinamika transmisi hadis dengan memanfaatkan pendekatan Social Network analysis (SNA) untuk membaca struktur sanad secara lebih luas daripada model linear tradisional. Dengan memetakan perawi sebagai simpul dalam jaringan dan hubungan guru–murid sebagai keterhubungan langsung, penelitian ini menelusuri pola interaksi yang membentuk sebaran riwayat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim. Sebanyak 150 sanad dipilih melalui teknik purposive untuk melihat bagaimana ukuran-ukuran centrality—degree, Betweenness, closeness, dan eigenvector—mampu mengungkap posisi perawi yang berperan penting dalam proses transmisi. Analisis ini kemudian dikaitkan dengan konsep common link guna mengidentifikasi titik konvergensi jalur periwayatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sanad memiliki karakteristik small-world, di mana beberapa perawi memainkan peran sentral sebagai penghubung antara berbagai komunitas ilmiah. Perawi dengan nilai Betweenness yang tinggi umumnya merupakan figur yang secara historis dikenal memiliki otoritas kuat dalam periwayatan, sehingga memperkuat korelasi antara posisi struktural dalam jaringan dan kredibilitas menurut ulama jarh wa ta‘dil. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan kuantitatif dan kritik sanad klasik dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai validitas riwayat, sekaligus membuka peluang pengembangan metode verifikasi hadis yang lebih adaptif terhadap kebutuhan akademik dan teknologi digital masa kini.
Copyrights © 2025