Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media visual dan audio dalam menumbuhkan minat belajar Pendidikan Agama Islam di Lembaga Pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi fenomena pembelajaran PAI secara mendalam dengan subjek penelitian meliputi dua guru PAI dan satu kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diverifikasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media visual efektif meningkatkan minat belajar siswa dengan tingkat keterlibatan mencapai 85-90% terutama pada materi kognitif-prosedural melalui stimulasi penglihatan yang mentransformasi konsep abstrak menjadi konkret, sementara media audio menunjukkan keunggulan dalam membangun dimensi afektif-spiritual dengan keterlibatan emosional 80% siswa khususnya dalam pembelajaran tilawah dan nilai-nilai karakter. Perbandingan efektivitas mengungkapkan bahwa media visual lebih sesuai untuk gaya belajar visual dan pemahaman struktural, sedangkan media audio lebih efektif untuk preferensi auditori dan penghayatan spiritual, namun integrasi keduanya menghasilkan efektivitas optimal dengan keterlibatan siswa mencapai 95%. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran diferensiasi yang mengintegrasikan media visual dan audio secara strategis sesuai karakteristik materi dan gaya belajar siswa merupakan kunci keberhasilan dalam menumbuhkan minat belajar PAI yang berkelanjutan dan komprehensif.
Copyrights © 2024