Penciptaan karya seni lukis ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana kesengsaraan manusia dapat menjadi sumber ide dalam pengembangan karya seni lukis beraliran Romantisme. Tema ini berangkat dari pengalaman pribadi dan observasi terhadap penderitaan manusia, baik dalam bentuk kesedihan, kehilangan, maupun keterasingan sosial. Melalui pendekatan Romantisme, penulis menonjolkan ekspresi emosi, intuisi, dan imajinasi dalam menggambarkan sisi batin manusia. Metode yang digunakan adalah metode konsorsium seni yang meliputi lima tahapan, yaitu: persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Adapun karya yang dibahas tersebut, terdiri dari sepuluh karya lukisan dengan gaya realis Romantisme yaitu : “Teman Terakhir: Kesepian”, “Terikat oleh yang telah pergi”, “Lapar menunggu setelah makan”, “Lelah tak bersisa”, “melangkah pulang”, “Disisi Ayah yang sakit”, “Anak-anak penjual tisu”, “Patah hati”, “Sunyi diantara Deadline”, “Application”.
Copyrights © 2025