Reformasi birokrasi menuntut sistem promosi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang objektif, transparan, dan berbasis merit. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa proses promosi di banyak instansi pemerintah, termasuk di Provinsi Sumatera Barat, masih dipengaruhi faktor non-profesional seperti kedekatan dengan pimpinan, ketidaksesuaian kompetensi, serta budaya birokrasi lama yang belum sepenuhnya berubah. Penelitian ini bertujuan menganalisis reformasi sistem promosi jabatan ASN di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Barat dengan meninjau implementasi sistem merit, pemanfaatan teknologi informasi kepegawaian, dan mekanisme seleksi terbuka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber berupa dokumen ilmiah terkait pembinaan karir, kolaboratif egovernment, budaya kerja, seleksi jabatan pimpinan tinggi, serta implementasi meritokrasi di lingkungan pemerintah daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa upaya reformasi telah dilakukan melalui peningkatan penggunaan sistem informasi kepegawaian terintegrasi, penerapan prinsip merit dalam promosi, serta koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara. Namun hambatan tetap muncul berupa keterbatasan SDM, ketidaksesuaian peta jabatan, resistensi budaya kerja lama, dan masih adanya potensi subjektivitas dalam proses mutasi maupun promosi. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan sistem merit secara konsisten, peningkatan kapasitas SDM kepegawaian, serta transparansi berbasis digital untuk mewujudkan promosi jabatan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi kinerja.
Copyrights © 2025