Penelitian ini menganalisis dinamika keamanan informasi dan pengelolaan data nasabah pada tingkat Kantor Cabang Pembantu (KCP) di era transformasi digital perbankan. Mengambil studi kasus pada Bank BRI KCP Surade, penelitian ini berfokus pada risiko operasional di fase "pra-input" dan penggunaan End User Computing (EUC) sebelum data terintegrasi ke sistem pusat BRIMEN. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), ditemukan bahwa meskipun sentralisasi arsip digital telah berjalan, terdapat kerentanan signifikan pada perangkat lokal (endpoint). Temuan utama menunjukkan adanya praktik Shadow IT dan pemrosesan data sensitif tanpa enkripsi memadai, serta risiko human error pada validasi manual. Penelitian ini merekomendasikan penerapan prinsip Secure-by-Design pada sistem lokal, penegakan protokol Maker-Checker, dan otomatisasi validasi untuk menjamin kepatuhan terhadap UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Copyrights © 2025