Pendidikan menghadapi tantangan krusial, di mana kemajuan teknologi dan pergeseran sosio-kultural disinyalir berkontribusi pada krisis moral dan terkikisnya nilai- nilai luhur pada peserta didik. Untuk mengatasi isu ini, Kementerian Pendidikan menetapkan Profil Pelajar Pancasila (PSP), diimplementasikan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek lintas disiplin ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila pada P5 terhadap pembentukan karakter peserta didik, mengidentifikasi upaya, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat yang muncul. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan mengumpulkan dan menyeleksi data dari berbagai sumber pustaka terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 terbukti efektif secara signifikan dalam membentuk karakter positif, meliputi kemandirian, gotong royong, kreativitas, religiusitas, kebhinekaan global, dan bernalar kritis. Meskipun demikian, implementasi menghadapi hambatan seperti kurangnya sarana prasarana, kendala manajemen waktu, dan kurangnya pemahaman guru. Secara keseluruhan, P5 merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang berintegritas dan berkarakter kuat sesuai nilai-nilai Pancasila.
Copyrights © 2025