Supriyono Supriyono
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Negatif Penggunaan Gadget terhadap Kualitas Tidur dan Prestasi Belajar Mahasiswa Nayna Faza Khairun Nisa Santoso; Tsabita Munira Laththuf; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital membawa kemudahan bagi mahasiswa dalam mengakses informasi dan menunjang kegiatan akademik. Salah satu teknologi yang paling banyak digunakan adalah gadget. Meskipun memiliki manfaat positif, penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif, terutama terhadap kualitas tidur dan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh negatif penggunaan gadget terhadap kualitas tidur dan prestasi belajar mahasiswa. Metode penelitian dilakukan melalui survei dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa untuk memperoleh data mengenai durasi penggunaan dan pengaruh gadget terhadap pola tidur dan pencapaian prestasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gadget, terutama pada malam hari, semakin rendah kualitas tidur dan semakin menurun prestasi belajar mahasiswa. Kurangnya waktu istirahat berdampak pada menurunnya konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan memahami materi perkuliahan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penggunaan gadget secara bijak dan penerapan pola hidup sehat untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut. Kesadaran mahasiswa dalam mengatur waktu penggunaan gadget menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan teknologi dan keberhasilan akademik.
Persepsi Anggota Departemen Kerohanian Hmpe terhadap Pengaruh Nilai Sila Pertama Ketuhanan yang Maha Esa dalam Lingkungan Keorganisasian di Kalangan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Hani Ahyaita Fajwah; Kirani Cantika; Fathimah Aini; Aisyah Sani Meilani; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan penerapan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam organisasi kemahasiswaan menjadi permasalahan yang mulai muncul di lingkungan mahasiswa, termasuk di Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi (HMPE). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi anggota Departemen Kerohanian HMPE terhadap pengaruh nilai sila pertama dalam kehidupan berorganisasi. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan total sampling, melibatkan 17 anggota departemen kerohanian (HMPE) sebagai responden. Data diperoleh melalui kuesioner yang memuat delapan pernyataan terkait pemahaman, penerapan nilai ketuhanan, serta dinamika keagamaan di lingkungan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pemahaman tinggi terhadap sila pertama, merasakan dukungan religius dari lingkungan organisasi, dan menilai adanya kejujuran, integritas, serta toleransi antaranggota. Selain itu, tidak ditemukan indikasi perundungan atau paksaan dalam kegiatan keagamaan, dan seluruh responden merasa mampu menjalankan kewajiban beragama meski aktif berorganisasi. Disimpulkan bahwa nilai Ketuhanan Yang Maha Esa telah diterapkan dengan baik dalam budaya organisasi Departemen Kerohanian HMPE.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Kampus Intan Athifah Qurrotu ’Ainii; Noveryana Sesilia Fivcel; Syafitry Heryati; Nazwa Alya Sudrajat; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penurunan implementasi nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa yang dipengaruhi oleh lemahnya pemahaman dan kesadaran dalam kehidupan kampus. Tujuan penelitian adalah menganalisis bentuk penerapan nilai Pancasila serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dari jurnal, buku, dan dokumen kebijakan terkait pendidikan Pancasila di perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Pancasila tercermin dalam penyediaan fasilitas ibadah, sikap toleransi, pelaksanaan musyawarah, serta program bantuan sosial. Namun, internalisasi nilai tersebut belum optimal karena mahasiswa cenderung memahami Pancasila secara teoritis. Faktor penghambat meliputi kurangnya pemahaman mendalam, lemahnya integrasi nilai dalam aktivitas kampus, dan pengaruh teknologi. Penelitian ini menegaskan perlunya kolaborasi perguruan tinggi untuk memperkuat implementasi nilai Pancasila.
Gaya Hidup Konsumtif di Era Digital: Tantangan Implementasi Nilai-Nilai Pancasila bagi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Bilqis Sabbina; Mutia Hasna Mufida Rustandi; Nadia Rahmah Shalihah; Nurul Aisyah Wijaya; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mengubah pola perilaku ekonomi mahasiswa, memicu gaya hidup konsumtif yang menekankan pada kepuasan pribadi dan citra sosial, bukan kebutuhan aktual. Fenomena ini terjadi meskipun mahasiswa telah mempelajari tentang ilmu ekonomi, disebabkan oleh faktor psikologis seperti takut ketinggalan (FoMo), pengaruh dari teman sebaya, serta kurangnya literasi keuangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan tingkat konsumsi mahasiswa jurusan ekonomi di masa kini, menganalisis pemahaman dan penerapan nilai-nilai pancasila, serta melihat hubungan antara gaya hidup konsumtif dengan penerapan nilai-nilai tetrsebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi pustaka dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pengetahuan ekonomi yang telah dipelajari dengan perilaku nyata mahasiswa, yang berdampak pada penerapan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam menghindari pemborosan. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa pendidikan ekonomi perlu lebih menekankan pengembangan kesadaran moral dan cara mengelola sumber daya secara bijak agar mampu membentuk mahasiswa yang bertanggung jawab.
Penerapan Pancasila sebagai Alat untuk Mendorong Ketahanan Pangan Ekonomi di Era Krisis Geopolitik Muhammad Harist Sirojudin; Wildan Muhammad Rabbani; Mochamad Fiqih Al Farizi; Arka Fazar Syafara; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan pangan merupakan aspek fundamental bagi terciptanya kesejahteraan sebuah negara terkhusus bagi bangsa Indonesia itu sendiri, di tengah krisis global yang dihadapi saat ini yang dipicu konflik geopolitik, perubahan iklim, dan disrupsi pasok pangan. Nilai-nilai ideologis dalam pancasila hadir sebagai fondasi filosofis dalam mendorong solidaritas sosial, keadilan ekonomi, dan ketahanan pangan. Melalui kajian literatur terhadap kebijakan pangan nasional, dinamika pasar global, dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan berbasis nilai kebangsaan, artikel ini mengeksplorasi bagaimana pancasila tidak hanya sebagai landasan ideologis berdirinya sebuah bangsa melainkan menjadi sebuah jawaban di tengah permasalahan yang ada. Pancasila dapat dijadikan sebagai alat strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi di masa krisis. Temuan menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, keadilan sosial, dan kedaulatan nasional. berkontribusi signifikan dalam mewujudakan ketahanan pangan nasional yang adil dan berkelanjutan. Namun, untuk menghadapi tekanan eksternal dari krisis global, dibutuhkan kebijakan yang konsisten sekaligus berdampak, penguatan kapasitas masyarakat, dan integrasi nilai-nilai sosial pancasila ke dalam sistem pertanian dan distribusi pangan.
Peran Artificial Intelligence (AI) dalam Meningkatkan Literasi Kebangsaan dan Pemikiran Kritis Mahasiswa Iqbal Wiyogo; Khairul Mata Muthmainnah; Salsabila Shafa Nur’aini; Widiansyah Widiansyah; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melihat tentang perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) yang telah membawa dampak dua arah yang cepat bagi dunia pendidikan tinggi, sering diibaratkan sebagai "pisau bermata dua". AI secara langsung memengaruhi pengembangan dua kompetensi mendasar mahasiswa, yakni Pemikiran Kritis dan Literasi Kebangsaan. Meskipun AI berfungsi sebagai alat bantu canggih yang menawarkan kemudahan akses informasi yang sangat besar, risiko kognitif terbesarnya adalah menurunnya kemampuan Pemikiran Kritis. Kemerosotan ini disebabkan kecenderungan mahasiswa untuk mengembangkan ketergantungan pada AI dan memilih solusi cepat, suatu kondisi yang diperburuk oleh maraknya penyebaran hoaks dan kesenjangan antara literasi teknologi dan literasi nilai. Aspek paling penting dari penggunaan bijak adalah kewajiban bagi mahasiswa untuk memverifikasi keakuratan informasi yang diperoleh dari AI. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) diusulkan sebagai tempat strategis, berperan sebagai "Jembatan Nilai dan Teknologi". PPKn harus dimanfaatkan untuk memperkuat etika penggunaan AI, nilai kebangsaan, dan kemampuan kewarganegaraan digital yang bertanggung jawab, sesuai nilai-nilai dan falsafah Pancasila.
Pendidikan Pancasila sebagai Fondasi Utama Pembentukan Karakter Bangsa yang Berintegritas di Era Globalisasi Savina Salsabilla; Syauqia Syahria Syawalani; Ingriana Astuti; Illona Ramadhani Darajingga Dinanti Hidayat; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang peran pendidikan Pancasila sebagai landasan utama untuk membentuk karakter bangsa yang berintegritas di tengah era globalisasi. Masalah utama yang diteliti adalah rendahnya pendalaman nilai-nilai integritas, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan dalam kehidupan generasi muda, yang terlihat dari banyaknya korupsi, intoleransi, dan melemahnya rasa cinta tanah air. Solusi yang ditawarkan adalah penguatan pendidikan Pancasila melalui pendekatan secara keseluruhan dan integratif. Hal ini dapat dicapai dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum pembelajaran, yang didukung oleh keteladanan guru, dan pembiasaan perilaku posistif di lingkungan sekolah, kampus, dan di masyarakat. Tujuan dari penelitian terdahulu adalah menganalisis tingkat ke efektifan pendidikan Pancasila dalam membentuk karakter berintegritas serta memahami bagaimana nilai-nilai ini diterapkan dalam aspek kehidupan di lingkungan kampus. Hasil studi menunjukkan bahwa implementasi pendidikan Pancasila yang terintegritas, konsisten, dan didukung oleh keteladanan, mampu meningkatkan kesadaran dan perilaku integritas siswa/i maupun mahasiswa. Nilai-nilai Pancasila juga menjadi landasan untuk membentuk karakter dan sikap mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Kuliner Tradisional Sebagai Media Pendidikan Nilai Pancasila di Era Globalisasi Az Zahra Raudho Nabila; Arini Wahyuning Tyas; Anak Agung Ayu Canna; Yurida Salma; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan global saat ini mendorong masuknya berbagai budaya luar yang secara perlahan memengaruhi cara masyarakat memahami dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini berfokus pada upaya memanfaatkan kuliner tradisional sebagai media untuk memperkuat pembelajaran nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari- hari. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus pada kuliner tradisional dari Jawa dan Sumatra, penelitian ini menelaah praktik-praktik kuliner yang mencerminkan kerja sama, persatuan dalam keberagaman cita rasa, serta prinsip keberlanjutan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa berbagai nilai Pancasila dapat dikenalkan dan dipahami peserta melalui aktivitas memasak maupun interpretasi budaya pada makanan tradisional.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila pada P5 terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik Najwa Azzahra; Maura Novelinda Samsudin; Alia Siti Winayanti; Denisa Aulia Azzahra; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan menghadapi tantangan krusial, di mana kemajuan teknologi dan pergeseran sosio-kultural disinyalir berkontribusi pada krisis moral dan terkikisnya nilai- nilai luhur pada peserta didik. Untuk mengatasi isu ini, Kementerian Pendidikan menetapkan Profil Pelajar Pancasila (PSP), diimplementasikan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek lintas disiplin ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila pada P5 terhadap pembentukan karakter peserta didik, mengidentifikasi upaya, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat yang muncul. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan mengumpulkan dan menyeleksi data dari berbagai sumber pustaka terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 terbukti efektif secara signifikan dalam membentuk karakter positif, meliputi kemandirian, gotong royong, kreativitas, religiusitas, kebhinekaan global, dan bernalar kritis. Meskipun demikian, implementasi menghadapi hambatan seperti kurangnya sarana prasarana, kendala manajemen waktu, dan kurangnya pemahaman guru. Secara keseluruhan, P5 merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang berintegritas dan berkarakter kuat sesuai nilai-nilai Pancasila.
Semoor sebagai Representasi Akulturasi Budaya Kolonial Belanda dan Indonesia dalam Perspektif Kuliner Nusantara Calosa Chiquita Engracia; Carrisha Hamiz Abassy Prasetya; Kaila Bilqis Sabira; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji proses akulturasi antara budaya Belanda dan Indonesia melalui bidang kuliner, dengan semur sebagai contoh utama hasil perpaduan dua tradisi. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis sumber sekunder seperti jurnal, buku, dan publikasi ilmiah. Kajian menunjukkan bahwa masa kolonial Belanda (1602–1949) tidak hanya mempengaruhi bidang politik dan ekonomi, tetapi juga membawa perubahan dalam kebiasaan makan masyarakat Nusantara. Interaksi antara juru masak pribumi dan keluarga kolonial melahirkan adaptasi kuliner yang memadukan teknik Eropa dengan rempah dan bahan lokal. Hidangan smoor vlees kemudian berevolusi menjadi semur melalui penggunaan kecap manis, minyak kelapa, dan bumbu khas Indonesia. Kini, semur tidak hanya menjadi makanan rakyat, tetapi juga simbol keberhasilan masyarakat Indonesia dalam menyerap dan memodifikasi pengaruh asing menjadi bagian dari identitas gastronomi nasional.
Co-Authors Ainun Nazhifah Aisha Rozaanah Aisyah Sani Meilani Aktsar Fadhlie Aldi Mulyadi Alesha Khairina Aiman Alia Siti Winayanti Alisya Hana Rahmadisti Anak Agung Ayu Canna Ananda Maulidina Putri Andrean Rivaldi Anik Shufiyani Anindia Anillah Anillah Ardini Dea Fitrianingtyas Arfah Huwaida Rahma Dina Arini Sabila Izzati Arini Wahyuning Tyas Arka Fazar Syafara Arneyssa Tri Eryanti Audraihan Pratama Wirantaka Aurelia Putri Setiawan Az Zahra Raudho Nabila Bagas Saputra Bilqis Sabbina Brillian Dea Mutiara Calosa Chiquita Engracia Carrisha Hamiz Abassy Prasetya Dain Nathan Zhu Denisa Aulia Azzahra Dhafa Nurahman Hidayat Dhiya Jefria Ramadhani Dian Katrina Indrawan Dina Permata Sari Dinda Ratu Nilawati Dzaky Harun Panjaitan Erin Amelia Fairuz Diannysa Maharani Farhan Ihsanurijal Fathimah Aini Feyza Lola Zayda Fiora Aprillia Nindariu Ghalizha Salsabila Lesmana Ghefira Azzahra Dwi Ariani Gita Rahmawati Hadiani Sekar Ayu Hidayat Hafshoh Zarnuji Haikal Faturahman Masyur Hamidah Nargis Hamzah Nugraha Akbar Hana Nazhifah Salsabila Putri Hani Ahyaita Fajwah Hasya Vianca Melbina Rachman Hylmi Muhammad Zahid Ibnu Hanif Asshddiq Briyono Illona Ramadhani Darajingga Dinanti Hidayat Ingriana Astuti Intan Athifah Qurrotu ’Ainii Iqbal Wiyogo Jaisy Zakia Zahwa Kaila Bilqis Sabira Kania Widyana Nugroho Karmelinda Mustikasari Keisha Naila R Kendra Fawwaz Khaerudin Kurniawan Khaerudin Kurniawan Khairul Mata Muthmainnah Kirani Cantika Kyla Aisyah Laurentia Tiffany Tissa Lidya Hertina Mutiarasani Linda Nur Adani M. Fachri Azzam M. Haikal Dimyati M. Rasya Putra Irawan Maura Novelinda Samsudin Mayliani Putri Nur Ajijah Mochamad Brian Faisal Putra Bhakti Mochamad Fiqih Al Farizi Muchmad Asyera Yuliandra Muhamad Rizky Muhammad Adriel Nugraha Muhammad Alif Al Ghazali Muhammad Bagas Fakhril Algifari Muhammad Fachri Muhammad Fadlan Nur Shohiban Muhammad Harist Sirojudin Muhammad Osmar Al Farizi Mutia Hasna Mufida Rustandi Nabila Ghina Zafira Nabila Rohimatul Mutoharoh Nadhira Azkania Nadia Rahmah Shalihah Nadine Putri Eliza Nafa Hakim Nailatul Fadila Najwa Azzahra Najwa Khoirunnisa Nayla Fathinah Nayna Faza Khairun Nisa Santoso Naysa Ayu Putri Somantri Nazhif Syuja Adami Nazwa Alya Sudrajat Niva Mutiara Apriliana Nizmaula Syahira Noveryana Sesilia Fivcel Nur Muhammad Azizy Rahman Nurul Aisyah Wijaya Nur’aida Agustin Priscilia Chairunnisa Qazwin Atqiya Hamdani Raditya Eka Saputra Rafi Dhiya Ulhaq Rafi Rahman Hakim Rafif Agniya Rahma Nur Oktavia Raja Almaz Alfaruqi Rasya Dwi Rahmawati Razkya Fakih Nurihsan Regita Cahyani Fauziah Reva Halimah Nur Azizah Revany Meilika Putri Rimerda Yoan Manullang Ririn Chelsea Demak Purba Rubby Adhawia Ruby Aina Kamil Rusdi Purwasasmita Salma Adibah Rukman Salma Siti Nurwahyu Salsa Bila Nurazizah Salsabila Keysa Azahra Salsabila Shafa Nur’aini Sandy Anugrah Sarah Alya Anugrah Sarah Amelia Nasution Savina Salsabilla Savira Noor Azizah Septiani Shofia Afifa Setio Puji Lestari Shera Wihdatul Hawa Silvy Aprianty Mustika Syafitry Heryati Syahara Khairunnisa Putri Syahida Karima Syauqia Syahria Syawalani Syfa Aulya Nazzila Wahab Tia Agustina Lantika Suwardi Tia Oktavia Tiara Fatima Azzahra Tijani Hilma Zakia Tsabita Munira Laththuf Unaitsah Al Kamila Vannisya Azzahra Ramadhani Virginia Dwi Rizqi Wendi Saputra Widiansyah Widiansyah Wildan Kholidin Wildan Muhammad Rabbani Yasina Allina Putri Yeva Rahayu Yuli Rianti Yurida Salma Zahran Yurahman Ramadhan Zaka Hidayah Tullah Zakiyya Syifa Azies Zakky Muhammad Zamzam Zaskia Callista Azzahra Zennadine Zachrain Zein Zidan Jaylani Rukmana