Mahasiswa tingkat akhir menghadapi berbagai tekanan akademik, terutama dalam penyelesaian tugas akhir yang dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka. Resiliensi sebagai kemampuan bertahan dan beradaptasi terhadap tekanan menjadi penting, dan kecerdasan spiritual diduga memiliki peran dalam membentuk resiliensi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan resiliensi mahasiswa tingkat akhir Universitas Nusa Cendana. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Partisipan penelitian adalah 332 mahasiswa tingkat akhir (usia 21-23 tahun) yang sedang mengerjakan skripsi, dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan Skala Kecerdasan Spiritual (26 item, α = 0,855) dan Skala Resiliensi (27 item, α = 0,797). Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank melalui IBM SPSS Statistics 27. Mayoritas mahasiswa memiliki kecerdasan spiritual kategori sedang (45,8%) dan resiliensi kategori sedang (40,1%). Analisis korelasi Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dengan resiliensi (ρ = 0,268, p < 0,001), meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dengan resiliensi mahasiswa tingkat akhir. Peningkatan kecerdasan spiritual dapat membantu memperkuat resiliensi, namun diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan faktor-faktor lain seperti dukungan sosial dan pelatihan keterampilan psikologis.
Copyrights © 2025