Surau di Minangkabau tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai lembaga sosial dan pendidikan informal yang membentuk karakter generasi muda. Di Nagari Situmbuk, keberadaan surau masih berfungsi sebagai pusat penanaman nilai-nilai Islam, tempat belajar membaca Al-Qur'an, memahami ajaran agama, serta ruang sosialisasi antar generasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana peran surau dalam membentuk kebiasaan religius generasi muda dan bagaimana nilai-nilai keislaman ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Kamis, tanggal 17 Juli 2025, bertempat di rumah salah satu warga yang berperan sebagai guru mengaji. Lokasi tersebut menjadi titik utama pengumpulan data, dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai narasumber sekaligus objek pengamatan untuk memperoleh informasi yang relevan dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surau berkontribusi besar dalam membangun kebiasaan seperti salat berjamaah, pengajian rutin, menghormati orang tua dan guru, serta keterlibatan dalam kegiatan keagamaan di nagari. Peran aktif tokoh agama dan dukungan masyarakat memperkuat fungsi surau sebagai pusat pembinaan akhlak. Dengan demikian, revitalisasi peran surau penting sebagai benteng moral dalam menghadapi tantangan modernisasi dan dekadensi moral di kalangan pemuda.
Copyrights © 2025