Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan anak di Indonesia, terutama pada komunitas rentan dengan tingkat kemiskinan tinggi. Studi ini menganalisis hubungan antara kesenjangan ekonomi dan status gizi anak melalui kajian pustaka terhadap data 50 rumah tangga di wilayah perkotaan dan pedesaan. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kondisi ekonomi dan risiko stunting (p<0,05). Anak dari keluarga berpendapatan rendah lebih rentan mengalami stunting akibat keterbatasan ketahanan pangan, akses layanan kesehatan, dan pola konsumsi. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi lintas sektor untuk meningkatkan kesejahteraan dan edukasi gizi masyarakat.
Copyrights © 2025