Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam tragedi unjuk rasa Agustus–September 2025 di Indonesia. Media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai ruang publik digital yang berpengaruh terhadap dinamika sosial dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi dan analisis wacana, yang bersumber dari unggahan media sosial, berita daring, serta literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti X (Twitter), TikTok, dan Instagram berperan penting dalam mobilisasi massa, pembentukan opini publik, serta penyebaran narasi selama aksi protes berlangsung. Namun, media sosial juga menjadi sumber utama penyebaran disinformasi dan polarisasi sosial yang memperburuk eskalasi konflik di lapangan. Dengan demikian, peran media sosial dalam tragedi ini bersifat ambivalen di satu sisi mendukung demokratisasi informasi, namun di sisi lain menimbulkan risiko sosial-politik. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan literasi digital, pengawasan etis, dan kebijakan komunikasi publik yang transparan untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan demokratis di Indonesia.
Copyrights © 2025