Penelitian ini bertujuan untuk mencari efek dari ekstrak daun sawo (Manilkara zapota L.) terhadap aktivitas parasimpatomimetik dengan perhitungan persen efek dari PSM, SSSP, DSSP, SL, RO, SM, PSL, dan ANA. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan tiga perlakuan konsentrasi, yaitu 1%, 2%, dan 4%. Pengamatan ini dilakukan untuk menilai persentase aktivitas yang dihasilkan setiap konsentrasi sampel, kemudian dianalisis secara deskriptif-kuantitatif untuk menentukan pola respons dosis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun sawo memberikan respons yang bervariasi pada setiap konsentrasi. Empat persen efek (SSSP, SL, RO, dan PSL) menunjukkan aktivitas tertinggi pada konsentrasi 2%, sedangkan tiga persen efek yang lainnya (PSM, DSSP, dan SM) mengalami penurunan aktivitas seiring peningkatan konsentrasi. Menariknya, pada sampel PSM menunjukkan pola dosis positif dengan aktivitas tertinggi sebesar 65,3% pada konsentrasi 4%. Secara keseluruhan, efektivitas ekstrak daun waru bergantung pada tingkat konsentrasinya sedangkan Konsentrasi 2% menjadi titik optimal bagi sebagian besar efek parasimpatomimetik, sementara konsentrasi 4% paling efektif hanya untuk PSM.
Copyrights © 2025