Wildanah Muthia
Farmasi, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Efektivitas Ekstrak Daun Sawo (Manilkara zapota) terhadap Aktivitas Parasimpatomimetik pada Hewan Uji Mencit (Mus musculus) Syaely Qhintami Ayu Kanita Syahlan; Farmasi, Universitas Muhammadiyah Makassar; Wildanah Muthia; Nurun Nazhifah Syam; Rifani Fahria Rumain; Ince Moh.Raffi Zaky; Nayla Ratu Mardiana; Sari Anggraini Amir; Andi Utari Prasetya Ningrum
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari efek dari ekstrak daun sawo (Manilkara zapota L.) terhadap aktivitas parasimpatomimetik dengan perhitungan persen efek dari PSM, SSSP, DSSP, SL, RO, SM, PSL, dan ANA. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan tiga perlakuan konsentrasi, yaitu 1%, 2%, dan 4%. Pengamatan ini dilakukan untuk menilai persentase aktivitas yang dihasilkan setiap konsentrasi sampel, kemudian dianalisis secara deskriptif-kuantitatif untuk menentukan pola respons dosis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun sawo memberikan respons yang bervariasi pada setiap konsentrasi. Empat persen efek (SSSP, SL, RO, dan PSL) menunjukkan aktivitas tertinggi pada konsentrasi 2%, sedangkan tiga persen efek yang lainnya (PSM, DSSP, dan SM) mengalami penurunan aktivitas seiring peningkatan konsentrasi. Menariknya, pada sampel PSM menunjukkan pola dosis positif dengan aktivitas tertinggi sebesar 65,3% pada konsentrasi 4%. Secara keseluruhan, efektivitas ekstrak daun waru bergantung pada tingkat konsentrasinya sedangkan Konsentrasi 2% menjadi titik optimal bagi sebagian besar efek parasimpatomimetik, sementara konsentrasi 4% paling efektif hanya untuk PSM.
Toxicity Evaluation of 98% Ethanol Extract of Shy Plant (Mimosa pudica L.) Herb Against Artemia salina Leach Larvae Using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Haryanto Haryanto; Ririn Arianti; Aidil Adhar; Ayuni Fitria Ramadhani; Wildanah Muthia; Ince Moh. Raffi Zaky; Sulaiman Sulaiman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40674

Abstract

Putri malu (Mimosa pudica L.) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional karena diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Namun, informasi mengenai tingkat toksisitas ekstrak etanol 98% herba putri malu masih terbatas sehingga diperlukan penelitian untuk mengevaluasi potensi toksisitasnya sebagai tahap awal pengembangan bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak etanol 98% herba putri malu menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan beberapa variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 600 ppm, 800 ppm, 1000 ppm, 1200 ppm, dan 1400 ppm. Data mortalitas larva diamati setelah inkubasi selama 24 jam dan dianalisis menggunakan metode Reed-Muench serta analisis Probit untuk menentukan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva Artemia salina. Analisis menggunakan metode Reed-Muench menghasilkan nilai LC50 sebesar 927,89 ppm, sedangkan analisis Probit menghasilkan nilai LC50 sebesar 901,79 ppm. Kedua nilai tersebut berada di bawah 1000 ppm sehingga menunjukkan bahwa ekstrak etanol 98% herba putri malu tergolong aktif secara biologis dan memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina dan Masuk kategori moderat/ toksik sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa herba putri malu berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian fitokimia dan farmakologi.