Artikel ini mengkaji potensi wisata gastronomi (F&B tourism) sebagai media edukatif untuk Sila ke-3 Pancasila. Di tengah tantangan penguatan identitas nasional, pendidikan pariwisata cenderung berfokus pada aspek komersial saja, Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur (literatur review) untuk menggabungkan studi pariwisata, gastronomi, dan pendidikan Pancasila, Tujuannya adalah untuk mengusulkan kerangka konseptual yang memposisikan pariwisata F&B sebagai “laboratorium hidup” untuk menanamkan nilai Persatuan Indonesia. Hasil penggabungan menunjukkan bahwa narasi akulturasi dalam kuliner nusantara dapat menjadi alat yang efektif untuk pendidikan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pariwisata dapat mengintegrasikan food storytelling sebagai metode praktis pendidikan karakter kebangsaan.
Copyrights © 2025