Penelitian ini mengkaji implementasi Babe Oser sebagai model pengembangan moral kasih dalam bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di SLB ABC Tunas Harapan Biak, Papua. Dengan menggunakan pendekatan etnopedagogi, studi ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai budaya lokal Biak diintegrasikan dengan ajaran Kristen dapat membentuk karakter dan moralitas anak berkebutuhan khusus (ABK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnopedagogi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang relevan dan inklusif, di mana guru berperan sebagai teladan moral dan fasilitator perkembangan moral peserta didik. Tantangannya terletak pada penguasaan guru dalam bidang ilmu psikologi yang masih rendah dan keterlibatan orang tua. Babe Oser efektif dalam menumbuhkan kasih, empati, dan toleransi pada anak berkebutuhan khusus (ABK). Penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, gereja dan komunitas disarankan untuk mendukung perkembangan holistik anak berkebutuhan khusus (ABK).
Copyrights © 2025