Buku teks Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP) untuk Sekolah Menengah Atas di Indonesia cenderung mengadopsi materi Bahasa Inggris Umum. Hal ini bertentangan dengan kebutuhan siswa yang sebenarnya. Penelitian ini menganalisis kebutuhan belajar bahasa Inggris dari perspektif siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pekanbaru, dengan fokus pada komponen linguistik seperti tata bahasa, kosa kata, dan pengucapan, serta pengalaman, manfaat, dan motivasi siswa. Hasil survei terhadap 104 siswa menunjukkan bahwa kosa kata dan pengucapan dianggap paling penting dan sulit, dengan siswa sering mengalami kesulitan berbicara akibat keterbatasan tersebut, sementara manfaat utama bahasa Inggris adalah untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan serta menjadi warga dunia. Penelitian merekomendasikan pengembangan kurikulum ESP yang mengintegrasikan kebutuhan vokasional, dengan penekanan pada latihan speaking, diskusi kelompok, dan materi relevan bidang keahlian siswa.
Copyrights © 2025