Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performansi Asma’ Artho melalui integrasi pendekatan antropolinguistik dengan konstruksi Limas Pemandu Inovasi sebagai kerangka analisis. Asma’ Artho, untuk menemukan bentuk ekspresi budaya lisan yang sarat nilai spiritual dan sosial, tidak hanya mengandung dimensi linguistik, tetapi juga merepresentasikan sistem pengetahuan dan kepercayaan masyarakat pendukungnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif bersifat etnografis dengan pendekatan antropolinguistik digunakan untuk menelusuri makna budaya yang terkandung dalam praktik bahasa dan simbol verbal-nonverbal pada performansi Asma’ Artho. Sementara itu, konstruksi Limas Pemandu Inovasi—yang meliputi empat elemen utama: artefak tradisional, lingkungan, pengajaran tradisi, dan budaya material digunakan untuk memetakan dinamika inovasi kultural dalam praktik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan ini mampu mengungkap cara-cara masyarakat memaknai, mempertahankan, dan mentransformasikan warisan budaya secara adaptif dan kreatif dengan ditemukannya aspek ko-teks, konteks yang merepresentasikan nilai-nilai dalam AA sebagai bentuk inovasi kultural tradisi tersebut. Dengan demikian, model integratif ini dapat menjadi kontribusi teoretis dan metodologis dalam kajian kebudayaan berbasis kearifan lokal serta inovasi sosial berkelanjutan
Copyrights © 2025