Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Konstruksi Limas Pemandu Inovasi dan Antropolinguistik dalam Performansi Asma’ Artho Diana Mayasari; Akramullah Akramullah; Abdillah Adhim; Mu’minin Mu’minin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i3.35566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performansi Asma’ Artho melalui integrasi pendekatan antropolinguistik dengan konstruksi Limas Pemandu Inovasi sebagai kerangka analisis. Asma’ Artho, untuk menemukan bentuk ekspresi budaya lisan yang sarat nilai spiritual dan sosial, tidak hanya mengandung dimensi linguistik, tetapi juga merepresentasikan sistem pengetahuan dan kepercayaan masyarakat pendukungnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif bersifat etnografis dengan pendekatan antropolinguistik digunakan untuk menelusuri makna budaya yang terkandung dalam praktik bahasa dan simbol verbal-nonverbal pada performansi Asma’ Artho. Sementara itu, konstruksi Limas Pemandu Inovasi—yang meliputi empat elemen utama: artefak tradisional, lingkungan, pengajaran tradisi, dan budaya material digunakan untuk memetakan dinamika inovasi kultural dalam praktik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan ini mampu mengungkap cara-cara masyarakat memaknai, mempertahankan, dan mentransformasikan warisan budaya secara adaptif dan kreatif dengan ditemukannya aspek ko-teks, konteks yang merepresentasikan nilai-nilai dalam AA sebagai bentuk inovasi kultural tradisi tersebut. Dengan demikian, model integratif ini dapat menjadi kontribusi teoretis dan metodologis dalam kajian kebudayaan berbasis kearifan lokal serta inovasi sosial berkelanjutan
Integrasi Konstruksi Limas Pemandu Inovasi dan Antropolinguistik dalam Performansi Asma’ Artho Diana Mayasari; Siti Dinarti; Akramullah Akramullah; Abdillah Adhim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i3.35568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performansi Asma’ Artho melalui integrasi pendekatan antropolinguistik dengan konstruksi Limas Pemandu Inovasi sebagai kerangka analisis. Asma’ Artho, untuk menemukan bentuk ekspresi budaya lisan yang sarat nilai spiritual dan sosial, tidak hanya mengandung dimensi linguistik, tetapi juga merepresentasikan sistem pengetahuan dan kepercayaan masyarakat pendukungnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif bersifat etnografis dengan pendekatan antropolinguistik digunakan untuk menelusuri makna budaya yang terkandung dalam praktik bahasa dan simbol verbal-nonverbal pada performansi Asma’ Artho. Sementara itu, konstruksi Limas Pemandu Inovasi—yang meliputi empat elemen utama: artefak tradisional, lingkungan, pengajaran tradisi, dan budaya material digunakan untuk memetakan dinamika inovasi kultural dalam praktik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan ini mampu mengungkap cara-cara masyarakat memaknai, mempertahankan, dan mentransformasikan warisan budaya secara adaptif dan kreatif dengan ditemukannya aspek ko-teks, konteks yang merepresentasikan nilai-nilai dalam AA sebagai bentuk inovasi kultural tradisi tersebut. Dengan demikian, model integratif ini dapat menjadi kontribusi teoretis dan metodologis dalam kajian kebudayaan berbasis kearifan lokal serta inovasi sosial berkelanjutan.
Representation of Islamic values in Asma’ Artho at Fathul Ulum Islamic Boarding School Kwagean Kediri Diana Mayasari; Rahmat Hidayat
BAHASTRA Vol. 45 No. 1 (2025): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic boarding schools are renowned for their robust religious culture. Fathul Ulum, a notable Islamic boarding school, conducts an activity known as Asma' Artho (AA) in conjunction with commemorating the Prophet's birthday. This activity is characterized by the integration of monetary benefits and wirid, which has led some to perceive it as contrary to Islamic values. This research aims to elucidate, through an anthropolinguistic lens, that AA embodies Islamic cultural values. By examining the structural patterns of Asma' Artho and its connections to the Al-Quran and Hadith, this study employs a descriptive qualitative method grounded in critical discourse analysis. The findings reveal a macro text structure centered on belief in God and the veneration of the Prophet Muhammad SAW. The text's superstructure includes an introductory tawassul, a core focused on the benefits of wirid, prayer, and sholawat related to wealth, concluding with Al Fatihah. The microstructure highlights semantic elements that request sustenance, wealth, authority, and intercession from the Prophet Muhammad. Co-textual elements reinforce the text's prayer function, supported by both material and non-material aspects, while the context encompasses the prayer leader, recitation, and etiquette. Consequently, AA reflects two cultural values: the practice of selected wirid for financial prosperity and the recitation of Diba’s and Barzanji prayers by the Al-Quran, Hadith, and authentic texts. The study's implications suggest that the wirid series in AA can serve as a prayer procedure for the broader community.