Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko operasional dan keuangan pada agen travel berdasarkan persepsi pelaku usaha. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan metode survei melalui kuesioner skala Likert kepada 101 responden agen travel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko operasional seperti perubahan jadwal perjalanan, kesalahan pemesanan tiket, dan pembatalan oleh pelanggan memiliki tingkat kejadian yang tinggi. Risiko keuangan, termasuk keterlambatan pembayaran dan pengembalian dana, juga memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas usaha. Pengelolaan risiko operasional dan keuangan telah diterapkan secara sistematis melalui penanganan keluhan pelanggan, aturan pembayaran yang jelas, serta sistem pembayaran uang muka dan pelunasan. Selain itu, kesadaran risiko dan evaluasi internal yang berkelanjutan mendukung ketahanan operasional dan keuangan agen travel. Secara keseluruhan, manajemen risiko yang efektif meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga stabilitas usaha, dan memperkuat kepercayaan pelanggan.
Copyrights © 2025