Radikalisme merupakan ancaman serius yang dapat merusak persatuan bangsa dan melemahkan nilai-nilai kebangsaan. Di Indonesia, penyebaran paham radikal kerap menyasar generasi muda melalui bahasa yang mengandung ujaran kebencian, propaganda, dan informasi menyesatkan. Oleh karena itu, pencegahan radikalisme perlu dilakukan sejak dini melalui pendidikan yang menanamkan sikap bijak berbahasa, toleransi, serta penghargaan terhadap keberagaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi melalui kegiatan sosialisasi kepada pelajar sebagai kelompok yang rentan terhadap paparan paham radikal. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kesadaran pelajar mengenai bahaya radikalisme serta membentuk karakter moderat melalui pembiasaan berbahasa santun, toleran, dan berlandaskan nilai kebangsaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran pelajar mengenai bahaya radikalisme serta peran bahasa sebagai sarana pemersatu bangsa. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis bahasa, yang diperkuat oleh peran keluarga, merupakan strategi efektif dalam membangun ketahanan nasional terhadap radikalisme.
Copyrights © 2025