Ripi Hamdani
Farmasi, Universitas Muhammadiyah Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kesantunan Berbahasa sebagai Strategi Pencegahan Radikalisme Siswa di Era Digital Allya Diva Istighfarri; Noufal Al Ghifari Ho; Ripi Hamdani; Zacky Rafly Mubaraq; Cut Raysa Nur Azizah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikalisme di era digital kini berkembang melalui ujaran kebencian di media sosial yang sering kali tidak disadari oleh remaja. Kelompok radikal memanfaatkan kondisi psikologis siswa untuk menyusupkan ideologis mereka melalui bahasa yang memancing emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pemahaman kesantunan berbahasa dapat menjadi filter bagi siswa dalam menangkal konten negatif tersebut. Kegiatan penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi dan diskusi bersama siswa SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru pada 28 November 2025. Hasilnya menununjukkan bahwa setelah memahami prinsip kesantunan, siswa menjadi lebih kritis. Mereka menyadari bahwa menggunakan bahasa yang santun adalah cara paling ampuh untuk meredam provokasi digital. Kesimpulannya, kemampuan bahasa yang baik bukan sekedar tentang tata karma, melainkan strategi pertahanan diri agar siswa tidak mudah terpapar ideologi yang merusak.
Bijak Berbahasa, Cegah Radikalisme Sejak Dini di SD Negeri 035 Tarai Bangun Agustina Fransiska Marbun; Sintia Futri; Miftahul Jannah; Ripi Hamdani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikalisme merupakan ancaman serius yang dapat merusak persatuan bangsa dan melemahkan nilai-nilai kebangsaan. Di Indonesia, penyebaran paham radikal kerap menyasar generasi muda melalui bahasa yang mengandung ujaran kebencian, propaganda, dan informasi menyesatkan. Oleh karena itu, pencegahan radikalisme perlu dilakukan sejak dini melalui pendidikan yang menanamkan sikap bijak berbahasa, toleransi, serta penghargaan terhadap keberagaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi melalui kegiatan sosialisasi kepada pelajar sebagai kelompok yang rentan terhadap paparan paham radikal. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kesadaran pelajar mengenai bahaya radikalisme serta membentuk karakter moderat melalui pembiasaan berbahasa santun, toleran, dan berlandaskan nilai kebangsaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran pelajar mengenai bahaya radikalisme serta peran bahasa sebagai sarana pemersatu bangsa. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis bahasa, yang diperkuat oleh peran keluarga, merupakan strategi efektif dalam membangun ketahanan nasional terhadap radikalisme.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Mencegah Radikalisme di Kalangan Pelajar Nada Nabila; Rihadhatul Aisya Putri; Vrezy Sabriwianty; Ismalia Ismalia; Ripi Hamdani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikalisme merupakan ancaman serius bagi keutuhan bangsa Indonesia, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa yang berada pada fase pencarian jati diri dan sangat terpapar informasi digital. Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) memiliki peran strategis sebagai upaya preventif dalam mencegah penyebaran paham radikal melalui penanaman nilai-nilai Pancasila, penguatan sikap toleransi, serta pembentukan karakter warga negara yang kritis dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam mencegah radikalisme di kalangan pelajar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PKN berperan sebagai benteng ideologi bangsa melalui internalisasi nilai kebangsaan, pengembangan literasi digital, serta pembelajaran yang dialogis dan kontekstual. Dengan implementasi yang tepat, Pendidikan Kewarganegaraan mampu membentuk generasi muda yang memiliki daya tangkal terhadap ideologi radikal dan menjunjung tinggi persatuan nasional.