Radikalisme di kalangan pelajar menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, terutama pada era digital yang ditandai dengan masifnya penyebaran wacana ideologis melalui bahasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pembelajaran Bahasa Indonesia dalam membangun literasi kritis sebagai upaya pencegahan radikalisme di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode sosialisasi dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, dan analisis teks. Data dikumpulkan melalui observasi, diskusi, dan dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi kritis mampu meningkatkan kemampuan berpikir analitis, kesadaran ideologis, serta sikap selektif pelajar terhadap informasi digital. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia berperan strategis sebagai instrumen preventif dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan pelajar
Copyrights © 2025