Miskomunikasi dalam konteks bisnis sering menjadi faktor penghambat efektivitas kerja, menurunkan produktivitas, serta memicu konflik antarindividu maupun antardepartemen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara menghindari miskomunikasi bisnis melalui penguatan komunikasi verbal dan nonverbal dengan menggunakan metode studi literatur. Metode studi literatur memungkinkan peneliti menelaah berbagai teori, hasil penelitian sebelumnya, serta konsep-konsep relevan yang membahas dinamika komunikasi dalam organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejelasan pesan verbal meliputi pemilihan kata yang tepat, intonasi, struktur kalimat, dan konteks percakapan berperan penting dalam meminimalkan kesalahpahaman. Selain itu, komunikasi nonverbal seperti ekspresi wajah, gerak tubuh, kontak mata, dan bahasa tubuh lainnya memiliki kontribusi besar dalam memperkuat makna pesan yang disampaikan. Integrasi keduanya diperlukan agar pesan dapat diterima secara utuh oleh penerima. Studi literatur ini menegaskan bahwa pelatihan komunikasi, pemahaman lintas budaya, serta penggunaan teknologi komunikasi yang tepat dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah miskomunikasi bisnis. Dengan demikian, penguatan komunikasi verbal dan nonverbal menjadi elemen fundamental untuk membangun hubungan profesional yang harmonis dan meningkatkan kinerja organisasi.
Copyrights © 2026