Penerapan Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 1 Garut diarahkan untuk menciptakan pembelajaran yang mendalam (Deep Learning) serta relevan dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Penelitian ini bertujuan menelaah strategi integrasi Deep Learning dalam model Teaching Factory (TEFA) dan dampaknya terhadap mutu proses serta hasil belajar siswa. Menggunakan metode kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelarasan kurikulum dengan DUDIKA, pembelajaran berbasis proyek autentik, serta penjadwalan blok mendukung terciptanya pembelajaran kontekstual. Deep Learning diwujudkan melalui pemecahan masalah nyata, kolaborasi, refleksi, dan produksi sesuai standar industri. Tantangan utama adalah kurang optimalnya kerja sama lintas mata pelajaran antara guru produktif, normatif, dan adaptif. Evaluasi menitikberatkan pada proses dan keterlibatan siswa melalui portofolio, jurnal refleksi, dan observasi. Secara keseluruhan, penerapan ini meningkatkan kemandirian dan kesiapan kerja siswa, meski koordinasi pedagogis masih perlu diperkuat.
Copyrights © 2026