Kecemasan berbicara tetap menjadi hambatan yang terus-menerus terhadap kinerja lisan di kelas Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL), bahkan di antara pembelajar dengan pengetahuan tata bahasa dan leksikal yang memadai. Banyak pembelajar EFL kesulitan berbicara dengan lancar meskipun telah lama mengikuti pengajaran, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara kompetensi linguistik dan penggunaan bahasa secara langsung. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara kecemasan berbicara dan kelancaran lisan melalui lensa psikolinguistik. Dengan mengadopsi desain penelitian konseptual kualitatif, studi ini mensintesis studi empiris yang telah ditinjau oleh rekan sejawat yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2024 yang meneliti kecemasan, pemrosesan kognitif, dan kelancaran dalam konteks EFL. Analisis mengidentifikasi tema-tema yang berulang terkait dengan kontrol perhatian, kendala memori kerja, gangguan pengambilan leksikal, dan gangguan dalam perencanaan bicara. Temuan menunjukkan bahwa kecemasan berbicara berfungsi sebagai interferensi afektif kognitif yang mengurangi efisiensi pemrosesan selama produksi ucapan, yang mengakibatkan gangguan kelancaran yang terukur. Dengan mengintegrasikan bukti empiris terbaru dengan model produksi ucapan dan pemrosesan kognitif yang telah mapan, artikel ini menawarkan penjelasan yang berlandaskan teori mengapa kelancaran tetap rapuh di bawah tekanan afektif. Diskusi ini selanjutnya menunjukkan bagaimana wawasan psikolinguistik ini memberikan informasi bagi pedagogi berbicara yang memprioritaskan pengelolaan kognitif, regulasi afektif, dan pengembangan otomatisasi di kelas EFL.
Copyrights © 2026