Perkembangan perumahan padat di Kawasan urban seperti Karawang seringkali mengabaikan prinsip ventilasi silang, mengakibatkan indoor overheating yang berdampak pada penurunan kenyamanan termal dan peningkatan konsumsi energi untuk pendingin buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kinerja termal eksisting pada hunian tipe 36 di perumahan padat Karawang, dan mengembangkan strategi retrofit ventilasi silang berbasis data empiris untuk meningkatkan kenyamanan termal interior. Menggunakan pendekatan studi kasus eksploratif dengan dua sampel rumah tipe 36. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung suhu udara, kelembaban relatif, dan suhu permukaan plafon selama dua hari dengan variasi kondisi bukaan (terbuka dan tertutup). Analisis dilakukan secara kuantitatif deskriptif dan komparatif. Hasil pengukuran menunjukkan kondisi indoor overheating dengan suhu rata-rata mencapai 32.7°C pada kondisi tertutup dan 32.0°C pada kondisi terbuka (Rumah A). Perbedaan suhu antara kondisi terbuka dan tertutup mencapai 0.7°C, mengindikasikan efektivitas ventilasi alami yang terbatas. Rekomendasi desain berupa modifikasi bukaan pada bidang belakang dan samping mampu meningkatka n potensi sirkulasi udara lintas ruang. Strategi retrofit sederhana melalui optimasi bukaan ventilasi terbukti mampu meningkatkan potensi kinerja termal. Implementasi prinsip ventilasi silang pada hunian eksisting memerlukan pendekatan kontekstual yang mempertimbangkan keterbatasan tata letak dan orientasi bangunan di kawasan padat.
Copyrights © 2026