Untuk mendukung kemampuan berpikir kritis sebagai kompetensi inti abad ke-21, studi ini bertujuan untuk secara menyeluruh meneliti fungsi model penyelidikan terbimbing dalam Lembar Kerja peserta didik, khususnya dalam bentuk elektronik. Dengan bantuan instruktur sebagai fasilitator, model penyelidikan terbimbing menekankan proses investigasi terorganisir yang memungkinkan siswa untuk secara aktif mengajukan masalah, merumuskan hipotesis, merencanakan dan melaksanakan eksperimen, menganalisis, dan menarik kesimpulan yang didukung oleh data. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review. Menurut temuan tinjauan pustaka, lembar kerja elektronik berbasis penyelidikan terbimbing telah terbukti sah, bermanfaat. Oleh karena itu, menggabungkan teknologi digital ke dalam lembar kerja elektronik berbasis penyelidikan terbimbing merupakan cara yang tepat dan kreatif untuk memfasilitasi kemampuan berpikir kritis peserta didik di era pendidikan saat ini. Berdasarkan hasil tinjauan sistematis terhadap 15 artikel, ditemukan konsistensi bahwa model pembelajaran aktif seperti inkuiri terbimbing mampu memfasilitasi indikator kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Copyrights © 2026