JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Vol. 10 No. 1 (2026)

Pandangan dan Respon Mahasiswa Muslim Unimed terhadap Normalisasi Living Together dalam Media dan Kehidupan Sosial di Kalangan Generasi Muda

Siregar, Hapni Laila (Unknown)
Ritonga, Alda Khafifah (Unknown)
Pardede, Fadhylah Zaini (Unknown)
Lubis, Rahmi Anggita (Unknown)
Amelia, Uci (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Jan 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan dan sikap mahasiswa Muslim Universitas Negeri Medan (UNIMED) terhadap fenomena normalisasi living together (kohabitasi) yang marak dipromosikan melalui media digital dan budaya populer. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan melibatkan 150 mahasiswa Muslim sebagai responden. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa 68,4% mahasiswa menyadari bahwa praktik kohabitasi bertentangan dengan ajaran Islam dan norma moral masyarakat Indonesia, meskipun media sering menampilkan gaya hidup ini sebagai bagian dari tren modern dan kebebasan individu. Sebanyak 52,6% mahasiswa sangat setuju untuk menegur teman yang menormalisasi living together, dan 65,8% merasa tidak nyaman melihat konten media yang menampilkan kohabitasi. Faktor utama yang mempengaruhi pandangan mereka meliputi nilai agama (85%), pendidikan karakter melalui PAI (78%), serta lingkungan sosial dan paparan media digital (70%). Mahasiswa memandang kohabitasi sebagai perbuatan mendekati zina, dilarang dalam fiqh Islam, dan bertentangan dengan maqashid syariah, khususnya penjagaan kehormatan dan keturunan, sehingga berpotensi merusak moral pribadi, akademik, dan solidaritas sosial mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun media digital berperan dalam menormalisasi perilaku ini, ketahanan nilai moral mahasiswa tetap terjaga berkat penguatan pemahaman agama dan lingkungan religius di kampus. Secara umum, mahasiswa menunjukkan sikap penolakan yang konsisten terhadap praktik living together, yang didukung oleh norma agama dan budaya sosial, serta menunjukkan tanggung jawab moral dengan memberikan edukasi kepada teman sebaya. Hasil ini menegaskan pentingnya peran pendidikan agama dan media dalam memperkuat norma moral berbasis agama agar generasi muda tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan dan moral. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pendidikan dan komunikasi yang efektif dalam menanggulangi normalisasi perilaku menyimpang di kalangan mahasiswa.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jptam

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues ...