Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Peningkatan Literasi Numerasi dalam Pengelolaan Keuangan Pedagang Kecil Nayla, Annarha; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Pardede, Fadhylah Zaini; Joharis, M
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i1.5816

Abstract

Literasi numerasi memiliki peran penting dalam keberlangsungan usaha pedagang kecil, terutama dalam pencatatan transaksi, perhitungan laba, dan pengelolaan modal. Namun, rendahnya tingkat literasi numerasi masih menjadi kendala dalam pengelolaan keuangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi numerasi pedagang kecil, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta merumuskan strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi terhadap pedagang kecil di Dusun IV, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pedagang kecil memiliki tingkat literasi numerasi yang rendah, dengan hanya 40% dari mereka yang melakukan pencatatan transaksi usaha. Faktor pendidikan, pengalaman usaha, serta akses terhadap teknologi menjadi faktor utama yang memengaruhi literasi numerasi. Adapun strategi yang dapat diterapkan meliputi pelatihan berbasis digital, pengembangan media edukatif, pembentukan komunitas pedagang, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman pedagang kecil dalam mengelola keuangan mereka.
Strategi Peningkatan Literasi Numerasi dalam Pengelolaan Keuangan Pedagang Kecil Nayla, Annarha; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Pardede, Fadhylah Zaini; Joharis, M
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i1.5816

Abstract

Literasi numerasi memiliki peran penting dalam keberlangsungan usaha pedagang kecil, terutama dalam pencatatan transaksi, perhitungan laba, dan pengelolaan modal. Namun, rendahnya tingkat literasi numerasi masih menjadi kendala dalam pengelolaan keuangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi numerasi pedagang kecil, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta merumuskan strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi terhadap pedagang kecil di Dusun IV, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pedagang kecil memiliki tingkat literasi numerasi yang rendah, dengan hanya 40% dari mereka yang melakukan pencatatan transaksi usaha. Faktor pendidikan, pengalaman usaha, serta akses terhadap teknologi menjadi faktor utama yang memengaruhi literasi numerasi. Adapun strategi yang dapat diterapkan meliputi pelatihan berbasis digital, pengembangan media edukatif, pembentukan komunitas pedagang, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman pedagang kecil dalam mengelola keuangan mereka.
Keterampilan Bahasa Produktif Sebagai Fondasi Penting bagi Kesuksesan Akademik dan Karier Ritonga, Alda Kahfifah; Azizah, Nurul; Pardede, Fadhylah Zaini; Daulay, Intan Maharani; Hutatabarat, Rani Theresia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan bahasa yang produktif, termasuk berbicara dan menulis, memainkan peran penting dalam kesuksesan akademik dan karier. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kompetensi ini dapat menjadi dasar untuk mendukung individu dalam akademik dan dunia kerja. Untuk mencapai tujuan ini, penulis menggunakan metode kajian literatur yang diperoleh melalui Google Scholar, dengan menganalisis berbagai penelitian terkait keterampilan bahasa produktif dalam konteks akademik dan profesional.Dalam lingkungan akademis, keterampilan presentasi memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi, mengkomunikasikan gagasan dengan jelas, dan menciptakan interaksi yang bermakna. Di sisi lain, keterampilan menulis juga diperlukan untuk menghasilkan karya ilmiah yang terstruktur dan bernilai tinggi. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa penguasaan keterampilan ini berkorelasi positif dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan adaptif.Di tempat kerja, keterampilan berbicara dan menulis berkontribusi pada keberhasilan komunikasi profesional, persiapan laporan, dan presentasi ide yang efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan terencana, seperti pelatihan berkelanjutan dan penggunaan teknik menulis ilmiah, dapat secara signifikan meningkatkan produktivitas dan kreativitas.Dengan demikian, keterampilan bahasa produktif menjadi elemen fundamental dalam meraih keberhasilan di berbagai bidang kehidupan, sekaligus mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif.
Pandangan dan Respon Mahasiswa Muslim Unimed terhadap Normalisasi Living Together dalam Media dan Kehidupan Sosial di Kalangan Generasi Muda Siregar, Hapni Laila; Ritonga, Alda Khafifah; Pardede, Fadhylah Zaini; Lubis, Rahmi Anggita; Amelia, Uci
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan dan sikap mahasiswa Muslim Universitas Negeri Medan (UNIMED) terhadap fenomena normalisasi living together (kohabitasi) yang marak dipromosikan melalui media digital dan budaya populer. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan melibatkan 150 mahasiswa Muslim sebagai responden. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa 68,4% mahasiswa menyadari bahwa praktik kohabitasi bertentangan dengan ajaran Islam dan norma moral masyarakat Indonesia, meskipun media sering menampilkan gaya hidup ini sebagai bagian dari tren modern dan kebebasan individu. Sebanyak 52,6% mahasiswa sangat setuju untuk menegur teman yang menormalisasi living together, dan 65,8% merasa tidak nyaman melihat konten media yang menampilkan kohabitasi. Faktor utama yang mempengaruhi pandangan mereka meliputi nilai agama (85%), pendidikan karakter melalui PAI (78%), serta lingkungan sosial dan paparan media digital (70%). Mahasiswa memandang kohabitasi sebagai perbuatan mendekati zina, dilarang dalam fiqh Islam, dan bertentangan dengan maqashid syariah, khususnya penjagaan kehormatan dan keturunan, sehingga berpotensi merusak moral pribadi, akademik, dan solidaritas sosial mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun media digital berperan dalam menormalisasi perilaku ini, ketahanan nilai moral mahasiswa tetap terjaga berkat penguatan pemahaman agama dan lingkungan religius di kampus. Secara umum, mahasiswa menunjukkan sikap penolakan yang konsisten terhadap praktik living together, yang didukung oleh norma agama dan budaya sosial, serta menunjukkan tanggung jawab moral dengan memberikan edukasi kepada teman sebaya. Hasil ini menegaskan pentingnya peran pendidikan agama dan media dalam memperkuat norma moral berbasis agama agar generasi muda tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan dan moral. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pendidikan dan komunikasi yang efektif dalam menanggulangi normalisasi perilaku menyimpang di kalangan mahasiswa.