Industri konstruksi secara global dikenal dengan profil risiko tinggi yang berkontribusi signifikan terhadap stres kerja dan masalah kesehatan mental pada tenaga kerjanya. Tinjauan literatur sistematis ini mengkaji dinamika stres psikososial dan mekanisme coping yang diadopsi oleh buruh konstruksi dalam rentang tahun 2018 hingga 2025. Menggunakan protokol PRISMA, studi ini menganalisis bukti empiris mengenai evolusi stresor mulai dari kelelahan fisik dan heat stress akibat iklim, hingga ketidakamanan kerja dan technostress di era Industri 4.0. Temuan utama menyoroti dikotomi dalam strategi koping: sementara mekanisme adaptif seperti dukungan sosial dan coping berfokus masalah terbukti meningkatkan resiliensi dan perilaku keselamatan, strategi maladaptif seperti penyalahgunaan zat dan penekanan emosi masih lazim digunakan, sering kali didorong oleh budaya maskulin industri. Tinjauan ini menegaskan peran krusial kepemimpinan keselamatan dan dukungan organisasi dalam memitigasi dampak negatif tersebut. Studi ini menyimpulkan bahwa intervensi holistik yang mengintegrasikan kesehatan mental ke dalam sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dan produktivitas proyek.
Copyrights © 2026