Peneitian bertujuan untuk mengkaji kinerja dan strategi pengembangan layanan Feri Bulukumba-Selayar, menggunakan metode survei kuantitatif. Sampel 100 penumpang KMP Kormomolin ditentukan melalui rumus Slovin. Fokusnya adalah pada kinerja layanan penyeberangan sebagai variabel bebas dan faktor-faktor seperti keselamatan, keamanan, kehandalan, kenyamanan, kemudahan, dan kesetaraan sebagai variabel terikat, sesuai Permenhub No. 62 Tahun 2019. Data primer dikumpulkan via observasi, dan data sekunder dari sumber online dan literatur. Analisis dilakukan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan layanan KMP Kormomolin di Bulukumba-Selayar mengungkapkan bahwa layanan telah cukup memenuhi ekspektasi pengguna, terutama dalam aspek ketepatan waktu, keandalan, dan fasilitas kesehatan. Namun, terdapat kebutuhan peningkatan pada aspek pengatur suhu, layanan kesehatan, informasi layanan, dan manajemen bagasi. Disarankan strategi pengembangan yang melibatkan peningkatan fasilitas untuk penyandang disabilitas, aksesibilitas, kualitas informasi, serta manajelmen bagasi, dengan kolaborasi erat antara ASDP, stakeholder, dan operator layanan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. This research aims to analyze the performance and develop strategies for Ferry services in Bulukumba-Selayar Regency. It employs a quantitative research approach through survey methodology. The sample consists of 100 passengers of KMP Kormomolin using the Slovin formula. The study focuses on ferry service performance as the independent variable and evaluates safety, security, reliability, comfort, convenience, and equality as dependent variables, in line with Ministerial Regulation No. 62 of 2019. Primary data comes from direct observation, with secondary data from online, literature, and related resources for theory. The analysis employs Importance Performance Analysis (IPA) and SWOT methods. The results reveal that KMP Kormomolin services in Bulukumba-Selayar Regency generally meet user expectations, particularly in terms of timeliness, reliability, and healthcare facilities. However, there is a need for improvement in temperature regulation, healthcare services, service information, and baggage management. It is recommended to implement development strategies focusing on enhancing facilities for disabled individuals, accessibility, information quality, and baggage management, with close collaboration among ASDP, stakeholders, and service operators to achieve desired objectives.
Copyrights © 2025