Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi perjalanan epistemologis dan transformasi struktural pendidikan Islam dari masa Nabi Muhammad ﷺ hingga era Kekhilafahan Utsmani. Di tengah krisis identitas dan dualisme pendidikan modern, pemahaman terhadap evolusi historis menjadi krusial untuk menemukan kembali ruh integrasi ilmu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode studi pustaka, penelitian ini dianalisis melalui pisau bedah Prophetic–Civilizational Educational Framework (PCEF) dan metodologi Maqāṣid al-Sharīʿah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam mengalami evolusi dari model pedagogi tazkiyah yang berpusat pada wahyu di masa profetik, menuju institusionalisasi ilmu pada masa Khulafāʾ al-Rāsyidīn, hingga mencapai puncak kosmopolitanisme intelektual pada era Abbasiyah melalui sintesis antara naql (teks) dan ‘aql (konteks). Namun, pada masa Utsmani, upaya modernisasi melalui birokratisasi memunculkan paradoks dualisme pendidikan yang memisahkan tradisi dan sains. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi pendidikan Islam kontemporer memerlukan integrasi epistemologis yang memosisikan wahyu sebagai pemandu rasionalitas guna mewujudkan kemaslahatan (maṣlaḥah) yang holistik. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya dekonstruksi kurikulum dikotomis menuju model pendidikan yang integratif-profetik.
Copyrights © 2025