Kesenjangan antara teori pendidikan karakter dalam PAI dan realitas sosial remaja di era digital menjadi latar belakang utama penelitian ini. Berdasarkan data Kemendikbud 2023 dan KPAI 2024, terjadi peningkatan krisis moral siswa yang dipicu oleh model pembelajaran yang kaku dan minimnya sentuhan emosional. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teori integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran PAI melalui model pembelajaran hybrid sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Analisis data dilakukan melalui proses pemilahan, penyajian, dan pengelompokan tema dari hasil penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai karakter seperti religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi dapat dikembangkan melalui pembelajaran PAI hybrid yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan teknologi. Model pembelajaran aktif seperti Problem Based Learning, Project Based Learning, Cooperative Learning, dan Contextual Teaching and Learning dinilai efektif dalam menanamkan nilai karakter secara menyeluruh. Kajian ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI hybrid sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka dan dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran PAI yang berfokus pada pembentukan karakter peserta didik di era digital.
Copyrights © 2025