Latar Belakang: Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella Typhi, dengan angka kejadian tinggi di Indonesia. Penanganan klinis yang tepat sangat penting guna mencegah komplikasi serius. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan terapi antibiotik ceftriaxone pada pasien demam tifoid di RSUD Dunda Gorontalo Melalui studi kasus retrospektif terhadap seorang pasien perempuan berusia 20 tahun. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan penunjang, serta respons terhadap terapi. Pasien didiagnosis dengan demam tifoid berdasarkan hasil tes widal dan gejala klinis yang sesuai. Terapi yang diberikan meliputi ceftriaxone intravena, omeprazole, antrain, serta sucralfate dan dilanjutkan dengan antibiotik oral cefixime saat pasien dipulangkan. Hasil: Hasil menunjukkan adanya respons positif terhadap terapi dengan perbaikan klinis signifikan dalam waktu lima hari. Kesimpulan: Studi ini mendukung penggunaan ceftriaxone sebagai terapi lini pertama yang efektif untuk pasien demam tifoid dengan gejala sedang hingga berat, serta pentingnya pendekatan terapi kombinasi yang disesuaikan dengan kondisi klinis pasien untuk mendukung pemulihan optimal. Kata Kunci: Antibiotik, Ceftriaxone, Demam Tifoid
Copyrights © 2025