Latar belakang masalah dalam penelitian ini berkaitan dengan adanya fragmentasi pemahaman tentang Yesus sebagai pribadi historis dan Kristus iman dalam tradisi Kristen. Perbedaan antara keduanya sering kali menimbulkan perdebatan dalam kajian teologi, khususnya dalam ranah teologi dogmatika. Pemahaman yang terpisah antara Yesus sebagai sosok historis yang dihadirkan oleh penelitian sejarah dan Kristus sebagai objek iman yang dipercayai oleh umat Kristen memunculkan tantangan dalam mendalami kedalaman teologi Kristus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan dan keterkaitan antara Yesus historis dan Kristus iman, serta untuk menemukan titik temu yang dapat menyatukan keduanya dalam kajian teologi dogmatika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutik teologis. Penelitian ini mengkaji teks-teks Alkitab, hasil penelitian historis, serta pandangan teologis yang berkembang dalam tradisi Kristen untuk mengidentifikasi perbedaan pemahaman yang ada. Selain itu, kajian ini juga memanfaatkan literatur dari teologi dogmatika yang membahas doktrin Kristologi dan Yesus sebagai pusat iman Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan antara Yesus sebagai sosok historis dan Kristus iman, keduanya tidak terpisahkan dan saling melengkapi. Yesus sebagai pribadi historis memberikan dasar empirik bagi keyakinan Kristen, sedangkan Kristus iman mengungkapkan dimensi teologis yang lebih dalam tentang penyelamatan umat manusia. Dalam pembahasan, penelitian ini menekankan pentingnya sintesis antara keduanya untuk membangun pemahaman Kristologi yang lebih utuh dalam teologi dogmatika, yang dapat mengarahkan umat Kristen untuk memahami Yesus bukan hanya sebagai figur sejarah, tetapi juga sebagai Juru Selamat dalam iman.
Copyrights © 2025