Penelitian ini bertujuan untuk menanggapi tuduhan terhadap keandalan Alkitab, yang sering kali mencakup kesalahan historis, kontradiksi internal, ketidakselarasan ilmiah, masalah etika, dan kesalahan penerjemahan atau penyalinan manuskrip. Dalam konteks ini, penelitian ini mengadopsi pendekatan naratif kualitatif dengan fokus pada kritik teks modern dan refleksi teologis. Pendekatan ini memungkinkan untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang transmisi naskah Alkitab melalui integrasi antara kritik teks dan studi historis serta ilmiah. Data utama yang digunakan berasal dari literatur akademik yang meliputi buku, artikel jurnal, dan studi-studi terkini terkait kritik teks Alkitab dan apologetika Kristen. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar tuduhan terhadap Alkitab, meskipun berdasarkan kritik historis dan ilmiah, dapat dijawab dengan pendekatan ilmiah yang menghormati integritas teks. Metode kritik teks, yang didukung oleh analisis berbasis data, memungkinkan untuk mengevaluasi variasi manuskrip dan mengonfirmasi bahwa banyak perbedaan dalam teks tidak mengubah inti ajaran iman Kristen. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kritik teks modern dapat memperkaya pemahaman terhadap Alkitab, serta menegaskan bahwa penelitian ilmiah bukanlah bentuk keraguan terhadap wahyu, melainkan ekspresi iman yang mencari pemahaman secara utuh dan bertanggung jawab. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan studi kritik teks dalam konteks Indonesia, di mana integrasi antara iman dan ilmu pengetahuan dapat memperkaya pembacaan Alkitab yang lebih kontekstual dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2025