Multikulturalisme Islam dijadikan gambaran prinsip secara universal. Prinsip yang dimaksud adalah ta'aruf, tasamuh, dan 'adl. Islam memfokuskan pada rasa hormat yang diberikan terhadap variasi ajaran Ilahi. Namun, tren sosial memperlihatkan beberapa aspek yang cukup tinggi seperti eksklusivisme, intoleransi, dan polarisasi identitas keagamaan. Disebabkan karena pendidikan multikultural dan media digital yang muncul dalam kehidupan manusia. Dalam mengatasi tantangan, perlu adanya implementasi nilai multikultural bagi setiap masyarakat Muslim. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis sastra menggunakan literature terdahulu. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya pengembangan dalam edukasi multikultural yang difokuskan secara Islam diperlukan sebagai upaya yang cukup strategis. Selanjutnya, diperlukan adanya penafsiran pada teks agama dan peran ulama dalam mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. Literasi digital memainkan peran yang penting dalam membentuk komunitas Islam secara inklusif dan dialogis. Sehingga, multikulturalisme mampu membentuk komunitas Islam dengan keberagaman yang berkaitan dengan fenomena sosial dan wujud aktual berdasarkan ajaran profetik. Dalam hal ini, fokus utama adalah pada kondisi adanya tantangan kemanusiaan, kesetaraan dan transendensi pada hidup yang kontemporer.
Copyrights © 2025