Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dari Idealisme ke Realitas: Tantangan Penerapan Nilai Multikultural dalam Kehidupan Umat Islam di Era Modern Ria Nata Kusuma; Musa Asy’arie; Mahasri Shobahiya
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol. 9 No. 2 (2025): Vol 9 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v9i2.15139

Abstract

Multikulturalisme Islam dijadikan gambaran prinsip secara universal. Prinsip yang dimaksud adalah ta'aruf, tasamuh, dan 'adl. Islam memfokuskan pada rasa hormat yang diberikan terhadap variasi ajaran Ilahi. Namun, tren sosial memperlihatkan beberapa aspek yang cukup tinggi seperti eksklusivisme, intoleransi, dan polarisasi identitas keagamaan. Disebabkan karena pendidikan multikultural dan media digital yang muncul dalam kehidupan manusia. Dalam mengatasi tantangan, perlu adanya implementasi nilai multikultural bagi setiap masyarakat Muslim. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis sastra menggunakan literature terdahulu. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya pengembangan dalam edukasi multikultural yang difokuskan secara Islam diperlukan sebagai upaya yang cukup strategis. Selanjutnya, diperlukan adanya penafsiran pada teks agama dan peran ulama dalam mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. Literasi digital memainkan peran yang penting dalam membentuk komunitas Islam secara inklusif dan dialogis. Sehingga, multikulturalisme mampu membentuk komunitas Islam dengan keberagaman yang berkaitan dengan fenomena sosial dan wujud aktual berdasarkan ajaran profetik. Dalam hal ini, fokus utama adalah pada kondisi adanya tantangan kemanusiaan, kesetaraan dan transendensi pada hidup yang kontemporer.
Epistemologi Al-Qur'an Dan Rekonstruksi Filsafat Pendidikan Islam Muhammad Izzan Naqiba; Ria Nata Kusuma; Karyono Karyono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5607

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis bagaimana epistemologi Qur’ani melalui integrasi wahyu, akal, dan ilmu dapat merekonstruksi paradigma pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber utama dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Qur’ani membangun sistem pengetahuan yang bersifat integratif dan transformatif, di mana ilmu berfungsi tidak hanya sebagai sarana rasional, tetapi juga spiritual dan moral. Integrasi epistemologi Qur’ani dengan model al-Jabiri menghasilkan sintesis pendidikan Islam yang holistik yang menyatukan teks, rasionalitas, dan intuisi dalam proses pembentukan manusia berilmu dan berakhlak. Novelty penelitian ini terletak pada tawaran paradigma pendidikan Islam yang kontekstual dan humanistik, yang menjawab tantangan era kontemporer melalui penguatan hubungan antara ilmu, iman, dan kemanusiaan.
Epistemologi Al-Qur'an Dan Rekonstruksi Filsafat Pendidikan Islam Muhammad Izzan Naqiba; Ria Nata Kusuma; Karyono Karyono; Andri Nirwana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5806

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis bagaimana epistemologi Qur’ani melalui integrasi wahyu, akal, dan ilmu dapat merekonstruksi paradigma pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber utama dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Qur’ani membangun sistem pengetahuan yang bersifat integratif dan transformatif, di mana ilmu berfungsi tidak hanya sebagai sarana rasional, tetapi juga spiritual dan moral. Integrasi epistemologi Qur’ani dengan model al-Jabiri menghasilkan sintesis pendidikan Islam yang holistik yang menyatukan teks, rasionalitas, dan intuisi dalam proses pembentukan manusia berilmu dan berakhlak. Novelty penelitian ini terletak pada tawaran paradigma pendidikan Islam yang kontekstual dan humanistik, yang menjawab tantangan era kontemporer melalui penguatan hubungan antara ilmu, iman, dan kemanusiaan.