Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis inisiatif pelestarian kain tenun di Kampung Bandar, di tengah tantangan modernisasi dan perubahan preferensi masyarakat. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelestarian kain tenun memerlukan kolaborasi sinergis antara pengrajin, komunitas setempat, pemerintah, serta generasi muda. Rumah Tenun Kampung Bandar menerapkan teknik tradisional alat tenun bukan mesin (ATBM), inovasi dalam pemasaran melalui platform media sosial, dan integrasi program pendidikan budaya untuk meningkatkan penghargaan masyarakat terhadap produk tenun lokal. Walaupun dihadapkan pada hambatan seperti penurunan minat generasi muda, keterbatasan akses pasar, serta persaingan dengan tekstil kontemporer, partisipasi aktif komunitas dan dukungan kebijakan publik menjadi pendorong utama keberhasilan pelestarian. Penelitian ini menegaskan signifikansi pendidikan yang berbasis budaya, pemberdayaan ekonomi kreatif, serta adaptasi desain agar kain tenun Kampung Bandar tetap bermakna dan kompetitif dalam konteks globalisasi.
Copyrights © 2025