Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

UPAYA PELESTARIAN PENGGUNAAN KAIN TENUN : RUMAH TENUN KAMPUNG BANDAR KOTA PEKANBARU DI ERA MODERNISASI latifa nur husna; Kirana Syafitri Ananda; Khairun Nisa; Siera Andini; Sindy Afrianti; Lodia Limustika; Fitri Rahmatullaila; Hambali
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis inisiatif pelestarian kain tenun di Kampung Bandar, di tengah tantangan modernisasi dan perubahan preferensi masyarakat. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelestarian kain tenun memerlukan kolaborasi sinergis antara pengrajin, komunitas setempat, pemerintah, serta generasi muda. Rumah Tenun Kampung Bandar menerapkan teknik tradisional alat tenun bukan mesin (ATBM), inovasi dalam pemasaran melalui platform media sosial, dan integrasi program pendidikan budaya untuk meningkatkan penghargaan masyarakat terhadap produk tenun lokal. Walaupun dihadapkan pada hambatan seperti penurunan minat generasi muda, keterbatasan akses pasar, serta persaingan dengan tekstil kontemporer, partisipasi aktif komunitas dan dukungan kebijakan publik menjadi pendorong utama keberhasilan pelestarian. Penelitian ini menegaskan signifikansi pendidikan yang berbasis budaya, pemberdayaan ekonomi kreatif, serta adaptasi desain agar kain tenun Kampung Bandar tetap bermakna dan kompetitif dalam konteks globalisasi.
DINAMIKA KESENJANGAN SOSIAL EKONOMI DIKAWASAN PERKOTAAN: STUDI KASUS KELURAHAN SIMPANG BARU, KOTA PEKANBARU Ummi Maulinda Sari; Chindy Hafitzah; Silvia Asti; Siti Mey Listianti; Teguh Adzuri; ⁠Vino Ramadhan; Zahra Nabila; Hambali; Fitri Rahmatullaila
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36393

Abstract

Kesenjangan sosial ekonomi merepresentasikan tantangan struktural persisten dalam pembangunan perkotaan Indonesia, di mana akselerasi pertumbuhan ekonomi tidak berbanding lurus dengan distribusi kesejahteraan yang ekuitable. Koefisien Gini Pekanbaru mencapai 0,392 pada tahun 2023, mengindikasikan ketimpangan distributif yang substansial. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dinamika kesenjangan di Kelurahan Simpang Baru melalui investigasi mendalam terhadap bentuk stratifikasi, determinan pembentuk, manifestasi empiris, serta implikasi sosial yang ditimbulkan. Metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kasus diimplementasikan, mengintegrasikan triangulasi data melalui wawancara mendalam dengan purposive sampling, observasi partisipatif, dan studi dokumenter. Analisis dilakukan secara sistematis melalui kondensasi data, presentasi naratif, hingga verifikasi temuan dengan kerangka teoretis stratifikasi sosial. Temuan mengidentifikasi tiga strata ekonomi dengan karakteristik distingtif, dibentuk oleh disparitas kepemilikan aset produktif, ketimpangan akses pendidikan, segmentasi pasar kerja, dan gentrifikasi properti. Kesenjangan termanifestasi dalam diferensiasi kualitas hunian, aksesibilitas layanan kesehatan, dan peluang pendidikan, mengakibatkan reproduksi kemiskinan intergenerasi dan erosi kohesi sosial. Riset ini menghasilkan rekomendasi kebijakan holistik multidimensional berbasis keadilan spasial untuk mencapai pertumbuhan inklusif dan pemerataan kesejahteraan berkelanjutan.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN DI UNIVERSITAS RIAU: penelitian deskriptif Namira Ramadhani; Maisya Ratul Aini; Nayla Gusri Wulandari; Mamluatul Khoiriyah; Raihana Raisa; Rafi Hamdani; Hambali; Fitri Rahmatullaila
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36600

Abstract

Many students use Artificial Intelligence in learning as a very efficient tool and increase the accessibility of information, in the learning environment gives rise to two conflicting narratives, there is a narrative that states Artificial Intelligence as a sophisticated tool in learning. However, behind that there are many concerns among students about the excessive use of Artificial Intelligence. The purpose of this study is to find out how the use of artificial intelligence in learning in higher education provides a number of significant benefits. The research technique was carried out by collecting interview data, in-depth with students of the University of Riau as well as documentation of data analysis and drawing conclusions. Research location The research was conducted at the University of Riau's main campus located at the Bina Widya Campus in Simpang Baru, Tampan District, Pekanbaru City, Riau Province. The research time is planned to take place around the end of October 2025. Some students stated that they were very happy to use Artificial Intelligence in lectures, however there were some students who were dissatisfied with Artificial Intelligence technology because it was too difficult to understand the language of the technology.
Analisis Pengelolaan Sampah Dan Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Di Kelurahan Tuah karya Fiona Deanovans Fiona; Dhiya Saffanah. H; Eva Indriyani; Fitri Oktavian Lubis; Haida Saqilia; Jodi Cristian; Hambali Hambali; Fitri Rahmatullaila
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36743

Abstract

This study aims to assess community based waste management at Bank Sampah Mutiara The Gade (Clean & Gold), located in Tuah Karya Subdistrict, Pekanbaru. The research employs a qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that Bank Sampah Mutiara The Gade (Clean & Gold) has successfully raised public awareness regarding waste management while simultaneously reducing unmanaged waste. Furthermore, the study identifies several key factors contributing to the program’s success, including active community participation, government support, and collaboration with the private sector.Bank Sampah Mutiara The Gade (Clean & Gold) serves as a successful model of community-based waste management and can be used as a reference for similar initiatives in other regions. The program emphasizes the importance of collaboration among government entities, private sector stakeholders, and educational institutions, supported by sustainable policy frameworks to ensure effective and enduring waste management practices.The study also highlights several challenges faced by Bank Sampah Mutiara The Gade (Clean & Gold), such as limited funding, varying levels of public awareness, and insufficient human resource capacity in waste management. Therefore, systematic reinforcement is needed through stable policy support, increased budget allocation, and the development of integrated management models.In conclusion, this research is expected to contribute to the advancement of more effective and sustainable community-based waste management in Indonesia. The findings may also serve as a valuable reference for policymakers and relevant stakeholders in designing improved waste management programs.
The DINAMIKA KESENJANGAN SOSIAL EKONOMI DIKAWASAN PERKOTAAN: STUDI KASUS KELURAHAN SIMPANG BARU, KOTA PEKANBARU Ummi Maulinda Sari; Chindy Hafitzah; Silvia Asti; Siti Mey Listianti; Teguh Adzuri; ⁠Vino Ramadhan; Zahra Nabila; Hambali; Fitri Rahmatullaila
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8988

Abstract

Kesenjangan sosial ekonomi merepresentasikan tantangan struktural persisten dalam pembangunan perkotaan Indonesia, di mana akselerasi pertumbuhan ekonomi tidak berbanding lurus dengan distribusi kesejahteraan yang ekuitable. Koefisien Gini Pekanbaru mencapai 0,392 pada tahun 2023, mengindikasikan ketimpangan distributif yang substansial. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dinamika kesenjangan di Kelurahan Simpang Baru melalui investigasi mendalam terhadap bentuk stratifikasi, determinan pembentuk, manifestasi empiris, serta implikasi sosial yang ditimbulkan. Metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kasus diimplementasikan, mengintegrasikan triangulasi data melalui wawancara mendalam dengan purposive sampling, observasi partisipatif, dan studi dokumenter. Analisis dilakukan secara sistematis melalui kondensasi data, presentasi naratif, hingga verifikasi temuan dengan kerangka teoretis stratifikasi sosial. Temuan mengidentifikasi tiga strata ekonomi dengan karakteristik distingtif, dibentuk oleh disparitas kepemilikan aset produktif, ketimpangan akses pendidikan, segmentasi pasar kerja, dan gentrifikasi properti. Kesenjangan termanifestasi dalam diferensiasi kualitas hunian, aksesibilitas layanan kesehatan, dan peluang pendidikan, mengakibatkan reproduksi kemiskinan intergenerasi dan erosi kohesi sosial. Riset ini menghasilkan rekomendasi kebijakan holistik multidimensional berbasis keadilan spasial untuk mencapai pertumbuhan inklusif dan pemerataan kesejahteraan berkelanjutan.
Tragedi Sampit 2001 dalam Perspektif Hak Asasi Manusia: (Studi Kasus Konflik Etnis di Indonesia) Chesa Amelia; Deswita Anggraini; Fadila Azahra; Fitri Rahmatullaila; Halimatus Sa’diyah; Hambali; Salwa Raihana Putri
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8141

Abstract

Penelitian ini membahas Tragedi Sampit 2001 dalam perspektif HAM. Konflik dipicu oleh perbedaan budaya, ketimpangan sosial, dan lemahnya komunikasi antar etnis Dayak dan Madura. Dampak konflik meliputi korban jiwa, pengungsian, trauma, dan kerusakan sosial. Dalam perspektif HAM, tragedi ini melanggar hak hidup, rasa aman, dan perlindungan hukum. Penyelesaian konflik dilakukan melalui dialog, keamanan, dan peran tokoh adat. Penelitian ini menegaskan pentingnya toleransi dan persatuan untuk mencegah konflik serupa.
Perlindungan Hak Asasi Manusia Terhadap Pengungsi Rohingya di Indonesia: Studi Kasus Penanganan di Pekanbaru Hambali; Fitri Rahmatullaila; Husnul Khoti Rifani; Murni Syakira; Najwa Ramadhani; Wilanda Zahra; Zulfikar
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap pengungsi Rohingya di Indonesia, khususnya dalam pemenuhan hak kesehatan di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), pengungsi Rohingya, serta masyarakat sekitar. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak kesehatan pengungsi Rohingya di Kota Pekanbaru belum terlaksana secara optimal. Akses terhadap layanan kesehatan masih menghadapi berbagai hambatan, seperti kendala administratif, keterbatasan ekonomi, kondisi sanitasi yang kurang memadai, serta belum adanya kebijakan khusus yang mengatur pemenuhan hak kesehatan bagi pengungsi. Pelayanan kesehatan yang diterima pengungsi sebagian besar masih bergantung pada dukungan organisasi internasional seperti UNHCR dan IOM, sehingga perlindungan yang diberikan lebih bersifat kemanusiaan daripada berbasis jaminan hak secara menyeluruh. Meskipun demikian, hubungan sosial antara pengungsi dan masyarakat sekitar berlangsung relatif harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat untuk menjamin terpenuhinya hak kesehatan pengungsi Rohingya sesuai dengan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia.
Analisis Hak Kebebasan Perempuan dalam Kebijakan Wajib Burqa di Afghanistan Aulia Sari Rambe; Azzila Fernelia; Cahaya Ramadhani; M. Rafli Maulana; Suci Nurhidayah; Fitri Rahmatullaila; Hambali
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8244

Abstract

Artikel ini mengkaji persoalan hak kebebasan perempuan dalam penerapan kebijakan wajib burqa di Afghanistan pada masa pemerintahan Taliban. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui studi kepustakaan (library research) yang memanfaatkan berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, artikel akademik, serta literatur lain yang berkaitan dengan topik penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah pandangan pemerintah Taliban terhadap perempuan, mengkaji kebijakan wajib burqa yang diberlakukan, serta menganalisis respons perempuan Afghanistan terhadap berbagai bentuk pembatasan kebebasan yang mereka alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Taliban terhadap perempuan didasarkan pada penafsiran syariat Islam yang bersifat konservatif dan dipengaruhi oleh budaya patriarki yang kuat. Penerapan kewajiban penggunaan burqa tidak hanya berfokus pada aturan mengenai cara berpakaian, tetapi juga disertai dengan pembatasan dalam berbagai aspek kehidupan perempuan, termasuk akses pendidikan, kesempatan bekerja, kebebasan bergerak, dan keterlibatan dalam aktivitas sosial. Kondisi tersebut memunculkan praktik diskriminasi berbasis gender yang dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia, terutama yang berkaitan dengan hak memperoleh kebebasan, pendidikan, pekerjaan, dan persamaan hak. Di tengah situasi yang penuh tekanan dan pembatasan, perempuan Afghanistan tetap berupaya memperjuangkan hak-haknya melalui berbagai bentuk perlawanan, seperti pemanfaatan media digital, kegiatan media massa, hingga aksi demonstrasi. Dengan demikian, kebijakan wajib burqa yang diterapkan di Afghanistan memperlihatkan adanya benturan antara kebijakan pemerintah dengan pemenuhan hak-hak dasar perempuan sebagai bagian dari hak asasi manusia yang berlaku secara universal.
Analisis Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Tragedi Trisakti Ditinjau dari Perspektif Hukum HAM Internasional Adila Novilia; Aila Asifah; Khaila Anggita; Muhammad Aidil Fikri; Veni Guslindra Syakirah; Hambali; Fitri Rahmatullaila
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8245

Abstract

Tragedi Trisakti merupakan salah satu peristiwa pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi pada masa Reformasi 1998. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelanggaran HAM dalam Tragedi Trisakti berdasarkan perspektif hukum HAM internasional, mengkaji perlindungan hak hidup dan kebebasan berekspresi, serta menelaah tanggung jawab negara dalam penyelesaian kasus tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui berbagai sumber ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan instrumen HAM internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan aparat keamanan yang melakukan penembakan terhadap mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998 telah melanggar hak hidup, hak atas rasa aman, dan kebebasan berekspresi yang dijamin dalam Universal Declaration of Human Rights (UDHR) dan International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR). Meskipun Komnas HAM mengindikasikan adanya pelanggaran HAM berat, penyelesaian kasus masih menghadapi berbagai hambatan hukum dan politik. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang lebih kuat dari negara untuk mewujudkan keadilan, akuntabilitas, serta pemulihan hak korban sesuai standar hukum HAM internasional.