Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara sekolah mengelola proses integrasi Kurikulum Merdeka agar dapat membantu pembelajaran yang lebih mendalam di SMP Negeri 6 Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan analisis dokumen, sehingga peneliti dapat memahami bagaimana kebijakan tersebut diterapkan secara alami dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Untuk menganalisis data, peneliti melalui beberapa tahap yaitu mengurangi, menyajikan, melakukan triangulasi, dan menyimpulkan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah ini sesuai dengan model manajemen pendidikan POAC (Planning, Organizing, Actuating and Controlling). Dalam fase perencanaan, pihak sekolah membuat kebijakan dan program berdasarkan analisis kebutuhan guru dan siswa. Fase pengorganisasian dilakukan dengan membentuk tim kurikulum dan koordinator Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) agar pelaksanaan berjalan dengan terarah. Pada fase pelaksanaan, para guru sudah menerapkan pembelajaran yang mendukung pembelajaran mendalam melalui diskusi, menyelesaikan masalah, serta pembelajaran berbasis proyek yang mendorong kemampuan berpikir tinggi serta nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Pada fase pengawasan dilakukan melalui supervisi akademik yang bersifat pembinaan, sehingga bisa mendukung terus meningkatnya kemampuan para guru. Meski demikian, penelitian menemukan kendala dalam hal kesiapan para guru dalam membuat perangkat ajar dan melakukan asesmen autentik. Namun, sekolah telah memberikan respon berupa pelatihan serta bimbingan. Dengan demikian, keberhasilan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di sekolah ini dipengaruhi oleh manajemen yang efektif, kolaborasi para pendidik, serta komitmen terhadap pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.
Copyrights © 2025