Studi kualitatif ini meneliti tantangan yang dihadapi siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Bengo dalam mengembangkan keterampilan berbicara, khususnya dalam konteks pengajaran bahasa tradisional yang sering kurang menarik dan relevan secara budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendekatan deep learning berbasis cerita rakyat Bone guna meningkatkan kemampuan komunikasi lisan siswa, mendorong pemahaman yang lebih mendalam dan partisipasi aktif. Menggunakan metodologi studi kasus, penelitian melibatkan 30 peserta yang dipilih melalui sampling purposif, dengan memanfaatkan wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan jurnal reflektif untuk mengumpulkan data selama enam bulan. Analisis tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pola dalam pengalaman siswa, mengungkap tema seperti peningkatan motivasi melalui narasi budaya dan peningkatan kefasihan dalam bercerita. Temuan menunjukkan bahwa integrasi deep learning dengan cerita rakyat Bone secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri dan kreativitas siswa dalam berbicara, dengan peserta menunjukkan keterampilan narasi dan kesadaran budaya yang lebih baik. Hasil ini menyarankan bahwa strategi deep learning yang tertanam budaya dapat secara efektif mengatasi kesenjangan keterampilan berbicara di lingkungan sekolah menengah pertama, mempromosikan pendidikan bahasa yang lebih imersif dan bermakna.
Copyrights © 2025