Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap peningkatan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini bermula dari pentingnya kinerja ASN dalam menunjang kelancaran tugas pemerintahan dan pelayanan publik, serta peran kompensasi, distribusi beban kerja, dan kondisi lingkungan kerja dalam memengaruhi kinerja tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian kausal komparatif. Data dihimpun melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Analisis data dilakukan dengan memakai aplikasi SmartPLS 4 untuk menguji hubungan langsung dan moderasi antar variabel. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa beban kerja dan TPP tidak berpengaruh signifikan pada kepuasan kerja maupun peningkatan kinerja. Sebaliknya, lingkungan kerja terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dan peningkatan kinerja. Kepuasan kerja sendiri tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja serta tidak memoderasi hubungan antara TPP, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja ASN lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan kerja dibandingkan TPP atau beban kerja. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pemerintah daerah untuk memprioritaskan peningkatan dan pemeliharaan lingkungan kerja serta meninjau mekanisme pemberian TPP dan pembagian beban kerja agar lebih efektif dalam meningkatkan kinerja PNS.
Copyrights © 2025