Konflik di sekolah merupakan fenomena alamiah yang muncul dari interaksi manusia yang memiliki perspektif, kepentingan, dan karakter berbeda. Dalam perspektif filsafat pendidikan, konflik bukan sekadar persoalan teknis, tetapi ekspresi dari dinamika relasional dan proses memaknai pengalaman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepemimpinan reflektif kepala sekolah dalam pengambilan keputusan pada konflik antarpegawai di SMKN 14 Samarinda melalui pendekatan filosofis dan temuan empiris. Pendekatan filsafat pendidikan Dewey mengenai refleksi serta filsafat dialogis Buber digunakan untuk membaca praktik kepemimpinan dalam konteks nyata. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur dan studi kasus berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah, dua guru, dan satu tenaga kependidikan. Hasil menunjukkan bahwa konflik yang terjadi bersifat ringan dan terutama berkaitan dengan pembagian tugas dan miskomunikasi. Kepala sekolah menyelesaikan konflik melalui klarifikasi faktual, dialog mediatif, coaching personal, dan penyusunan komitmen bersama. Analisis menunjukkan bahwa praktik kepemimpinan kepala sekolah sejalan dengan prinsip refleksi filosofis, dialog humanistik, dan pengambilan keputusan berbasis nilai. Temuan ini menegaskan bahwa gaya kepemimpinan demokratis dan komunikatif efektif menciptakan harmoni kerja di sekolah kejuruan. Kata kunci: kepemimpinan reflektif, konflik antarpegawai, filsafat pendidikan, pengambilan keputusan
Copyrights © 2025