Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan milenial dan pekerjaan yang bermakna terhadap kinerja pegawai negeri sipil milenial, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi, di Pemerintah Kabupaten Solok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei yang melibatkan 61 pegawai negeri sipil milenial. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan milenial tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja, sedangkan pekerjaan yang bermakna memiliki pengaruh positif dan langsung. Namun, kedua variabel tersebut secara signifikan mempengaruhi kepuasan kerja, yang kemudian muncul sebagai prediktor utama kinerja dan berfungsi sebagai variabel mediasi. Temuan ini menyoroti peran kritis kepuasan kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai negeri milenial di sektor publik.
Copyrights © 2026