Penelitian ini mengkaji pengaruh tingkat pendidikan perempuan terhadap perubahan sosial dan pembangunan bangsa. Dalam konteks masyarakat yang masih diliputi oleh ketimpangan gender, pendidikan perempuan menjadi instrumen strategis untuk mendorong keadilan sosial dan memperkuat fondasi pembangunan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain asosiatif, melibatkan 200 responden perempuan usia 20–45 tahun dari lima provinsi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner skala Likert lima poin. Hasil analisis Pearson menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara tingkat pendidikan perempuan dengan indikator perubahan sosial (r = 0,685; p < 0,01). Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa pendidikan perempuan menjelaskan 25,2% variasi pada pembangunan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan yang dimiliki perempuan, semakin besar kontribusinya terhadap aspek kehidupan seperti partisipasi publik, kesehatan keluarga, penghasilan rumah tangga, dan keterlibatan dalam organisasi. Pendidikan menjadikan perempuan lebih kritis terhadap ketimpangan, lebih mandiri secara ekonomi, serta aktif sebagai agen perubahan dalam komunitasnya. Selain itu, perempuan terdidik cenderung memiliki kesadaran tinggi terhadap isu kesehatan, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan. Namun, tantangan seperti pernikahan dini, beban ganda, dan norma patriarkal masih menghambat akses pendidikan perempuan di banyak daerah. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menjadi dasar penting bagi kebijakan afirmatif yang menjamin inklusivitas dan keberpihakan dalam sistem pendidikan nasional. Pendidikan perempuan bukan hanya hak individual, tetapi investasi kolektif dalam menciptakan bangsa yang adil, sejahtera, dan berdaya saing.
Copyrights © 2025