Latar belakang: Infeksi kulit umumnya disebabkan bakteri Propionibacterium acnes. Meningkatnya kasus resistensi antibiotik, menjadikan para peneliti mulai menggunakan tanaman sebagai alternatif pengobatan. Daun rambutan mengandung senyawa aktif tanin, alkaloid, saponin dan flavonoid yang berperan sebagai antibakteri. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui kemampuan daya hambat antibakteri ekstrak etanol dan fraksi dari daun rambutan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium. Metode: ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh difraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Ekstrak dan fraksi dilarutkan dengan DMSO 5% dengan konsentrasi 30%, 40%, 50% dan diuji aktivitas antibakterinya dengan metode disc diffusion untuk melihat zona hambatnya. Kontrol positif menggunakan disk clindamycin, sedangkan kontrol negatif menggunakan DMSO 5%. Hasil: penelitian menunjukkan zona hambat daun rambutan terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes ATCC 6919 diurutkan dari yang paling besar fraksi etil asetat konsentrasi tertinggi 50% rata-rata 8,36 mm, ekstrak etanol konsentrasi tertinggi 50% yaitu 5,3 mm, fraksi n-heksan konsentrasi tertinggi 50% rata-rata 3,00 mm, dan fraksi air konsentrasi tinggi 50% rata-rata 1,06 mm. Data dianalisis menggunakan SPSS 23 dengan metode ANOVA. Kesimpulan: signifikansi ANOVA menunjukkan nilai 0,00 yang berarti p < 0,05. Hal ini mengindikasikan terdapat perbedaan yang signifikan dalam diameter zona hambat antar kelompok sampel yang diuji.
Copyrights © 2025